UNAIR NEWS – Kolaborasi akademik antara 东京热 (UNAIR) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) kembali terjalin melalui kegiatan International Journal Club yang digelar secara hybrid pada Jumat (14/8/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 10.00鈥11.00 waktu Malaysia tersebut, Prof Dr Lutfi Agus Salim dari UNAIR mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan hasil pemikiran dalam bidang demografi dan kesehatan masyarakat kepada sivitas akademika UKM. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Faculty of Health Sciences, Universiti Kebangsaan Malaysia dan Center for Healthy Ageing and Wellness (H-Care), yang menaungi kegiatan penelitian dan akademik di bidang penuaan sehat dan kesejahteraan.
鈥淪etelah kegiatan ini, kami berharap diskusi tidak berhenti di satu forum. Ada banyak kemungkinan yang bisa dikembangkan bersama, mulai dari penelitian, guest lecture, sampai publikasi. Yang terpenting, kita bisa menemukan irisan topik yang memang menjadi kepentingan bersama dan menghasilkan luaran yang bermanfaat,鈥 kata Prof Lutfi.
Pahami Kondisi Populasi
Dalam forum tersebut, Prof Lutfi membawakan topik Utilization of Applications to Identify Population Conditions and Projections to Sharpen Program Planning Targets. Paparan ini mengangkat pentingnya pemanfaatan aplikasi dan data kependudukan untuk memahami kondisi populasi sekaligus membuat proyeksi yang lebih tepat, sehingga perencanaan program kesehatan dapat diarahkan pada sasaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
鈥淒ata kependudukan tidak hanya penting untuk mengetahui berapa jumlah penduduk, tetapi juga untuk memahami bagaimana kondisi dan perubahan populasi ke depan. Dengan pemanfaatan aplikasi dan proyeksi yang tepat, perencanaan program dapat menjadi lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,鈥 ujar Prof Lutfi Agus Salim dalam sesi diskusi.
Menurut Prof Lutfi, pemanfaatan data dan teknologi menjadi semakin penting ketika persoalan kesehatan masyarakat semakin kompleks. Informasi mengenai karakteristik penduduk, perubahan struktur umur, serta proyeksi populasi dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas intervensi dan mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif. Karena itu, pendekatan berbasis data perlu terus diperkuat melalui kerja sama antarpeneliti dan institusi.
Sambutan Positif
Paparan tersebut mendapat respons positif dari Dr Sumaiyah Mat dari UKM Dr Sumaiyah merupakan peneliti pada Center for Healthy Ageing and Wellness (H-Care), Faculty of Health Sciences, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan saat ini tercatat sebagai Head of Postgraduate Research Program H-Care. Bidang penelitiannya antara lain berkaitan dengan falls dan masalah muskuloskeletal pada kelompok lanjut usia.
鈥淒iskusi seperti ini membuka peluang untuk melihat isu kesehatan dari perspektif yang lebih luas. Pendekatan demografi dan pemanfaatan data populasi sangat relevan untuk mendukung perencanaan program kesehatan, termasuk ketika kita berbicara mengenai populasi yang menua dan kebutuhan kesehatan di masa mendatang,鈥 ujar Dr Sumaiyah Mat dalam dialog tersebut.
Dr Sumaiyah juga menyambut baik kesempatan untuk mempertemukan perspektif peneliti dari Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, pengalaman dan kepakaran yang dimiliki kedua institusi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan agenda penelitian bersama yang lebih spesifik dan berdampak. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka pembicaraan mengenai peluang kerja sama akademik antara UNAIR dan UKM. Ke depan, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan riset bersama, guest lecture, publikasi ilmiah, pertukaran peneliti maupun mahasiswa, serta kegiatan akademik lainnya yang mempertemukan keahlian kedua institusi.
鈥淜ami berharap hubungan ini dapat dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang lebih konkret. Jika ada topik penelitian yang sesuai, kita dapat mengembangkan proposal bersama, melakukan pertukaran pengetahuan, dan menghasilkan publikasi bersama,鈥 tutur Dr Sumaiyah.
Bagi UNAIR, kesempatan berbagi di UKM juga menjadi bagian dari penguatan jejaring internasional dan pengembangan penelitian kesehatan masyarakat berbasis bukti. Pertukaran perspektif antara peneliti dari dua negara dapat membantu memperkaya pendekatan penelitian, terutama dalam memahami perubahan populasi dan implikasinya terhadap kebutuhan kesehatan.
Kegiatan ini sekaligus memiliki keterkaitan kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, melalui penguatan perencanaan program kesehatan yang berbasis kebutuhan populasi; SDG 4: Quality Education, melalui pertukaran pengetahuan dan pembelajaran lintas negara; serta SDG 17: Partnerships for the Goals, melalui pembangunan kemitraan penelitian antara UNAIR dan UKM.
Bagi Prof Lutfi, kolaborasi internasional pada akhirnya bukan sekadar tentang memperluas jejaring, tetapi tentang menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata. 鈥淜ita berharap kerja sama UNAIR dan UKM dapat berkembang dari kegiatan berbagi menjadi kolaborasi yang menghasilkan penelitian dan publikasi, tetapi pada akhirnya tetap berorientasi pada manfaat bagi masyarakat,鈥 ujarnya.
Dengan adanya International Journal Club ini, hubungan akademik UNAIR dan UKM diharapkan semakin terbuka untuk berbagai agenda kolaboratif. Dari diskusi tentang data, demografi, dan perencanaan program kesehatan, kedua institusi memiliki ruang yang luas untuk bersama-sama mengembangkan riset yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, Malaysia, maupun kawasan Asia Tenggara.
Penulis: Bian Shabri Putri Irwanto
Editor: Yulia Rohmawati





