UNAIR NEWS – Daya tarik Fakultas Kedokteran Gigi () ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) di mata dunia internasional kian menguat. Hal ini terbuktiewat kesuksesan FKG menyulap Ruang Kuliah B menjadi ruang perjumpaan lintas negara melalui ajang International Dental Course Program: STOVIT Summer Course and Prosthodontics Summer Camp, Senin (24/8/2026).
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 57 delegasi mahasiswa dari 14 negara berbeda berkumpul dalam acara hasil kolaborasi dengan International Association of Dental Students (IADS) ini. Mereka siap menyelami ilmu klinis kedokteran gigi sekaligus merayakan keberagaman budaya dunia
Tanamkan Nilai Excellence with Morality
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan, Edith Frederika Puruhito SKM MSc, menyampaikan sambutan pembukaannya. Ia menekankan bahwa summer course ini menawarkan kesempatan yang jauh lebih luas daripada sekadar perkuliahan akademis maupun sesi praktik klinis. Program ini menjadi ruang pertemuan lintas batas untuk bertukar pengalaman dan memahami tantangan kesehatan dari berbagai negara.
“Sains dan teknologi kedokteran gigi terus berkembang pesat. Namun tujuan fundamental profesi ini tetaplah konstan, yaitu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, Edith berpesan agar para delegasi mahasiswa internasional dapat meresapi nilai luhur institusi, yakni Excellence with Morality.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang Anda dapatkan di sini tidak hanya memperkuat kompetensi profesional. Tetapi juga menginspirasi Anda untuk menjadi tenaga profesional kedokteran gigi yang selalu menempatkan rasa kemanusiaan, empati kepada pasien, dan kesejahteraan masyarakat sebagai jantung dari pekerjaan Anda,” pesannya.
Ekspansi Global dan Kolaborasi IADS
Wakil Dekan III FKG, Dini Setyowati drg MPH PhD, menjelaskan bahwa agenda tahunan terbesar FKG ini bertujuan memperluas jejaring, kolaborasi, dan pertukaran budaya antarmahasiswa global. Ia menyoroti ekspansi luar biasa program ini sejak pertama kali terbangun.
“Saat dimulai pada 2022, pesertanya hanya dari Jepang dan Malaysia. Namun kini program semakin dikenal luas, terbukti dengan hadirnya 57 partisipan dari 18 universitas di 13 negara, dengan delegasi terjauh berasal dari Yordania dan Inggris,” ungkap Dr Dini.
Program hibrida enam bulan ini, lanjutnya, tak hanya memadukan pembelajaran klinis, tetapi juga pertukaran budaya. Melihat membludaknya pendaftar, FKG bersiap melakukan ekspansi pada penyelenggaraan mendatang. Terlebih dengan adanya kolaborasi baru bersama IADS.
“Tahun ini kita sudah bekerja sama dengan IADS. Tahun depan, otomatis kita akan menambah kuota peserta sekaligus memperluas partisipasi negara yang ikut dalam Summer Course ini,” pungkasnya optimistis.
Sebagai bentuk keramahan tuan rumah, kemeriahan acara pembukaan pagi itu turut disempurnakan dengan pertunjukan kesenian. Suguhan budaya tersebut ditampilkan secara khusus sebagai simbol penghormatan dan penyambutan bagi para tamu dan peserta dari mancanegara.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





