UNAIR NEWS – Kampung Udapi Hilir menjadi salah satu kawasan transmigrasi yang telah berhasil berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Kabupaten Manokwari. Kawasan ini memiliki beragam spot wisata yang pengelolaannya secara perorangan sehingga menjadi tujuan wisata dari berbagai kawasan. Selain itu, kawasan ini menjadi tempat yang sering menjadi destinasi kunjungan untuk berbelanja karena harga barang, baik retail maupun sayuran yang murah.聽
Tim enam Ekspedisi Patriot UNAIR menilai bahwa wilayah ini teridentifikasi potensi bencana banjir, erosi tanah, hingga gempa bumi. Tim kemudian mengusung sistem mitigasi bencana dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat lokal. 鈥淧ertama, potensi banjir di SP4 terkait dengan kondisi saluran drainase yang kurang lebar. Kedua, potensi erosi terjadi pada dua titik di kawasan lahan pertanian kampung yang berada di sebelah utara, kondisi tersebut berpotensi memakan lahan pertanian warga dan dapat memutuskan akses jalan setapak warga ke kawasan lahan pertanian. Ketiga, potensi gempa bumi bisa terjadi karena memang tercatat pernah terjadi di tahun 2010 dengan 7 SR,鈥 jelas Dr Neffrety Nilamsari selaku ketua tim enam ekspedisi patriot UNAIR.
Langkah Awal Bangun Ekowisata
Penguatan sistem mitigasi bencana dan perlindungan infrastruktur menjadi solusi yang tim tawarkan untuk mengembangkan ekowisata di wilayah Prafi, Manokwari. Tim berusaha mengintegrasikan potensi wisata lokal yang ada dengan memberdayakan kader tangguh bencana yang juga bergerak sebagai kader sadar wisata. Langkah awal yang sudah terlaksana, yakni sosialisasi pada (13/8/2026) di Ruang KOSTRATANI, Kantor Balai Penyuluh Pertanian Distrik Prafi.
鈥淜ami menyampaikan berbagai program utama dan pendukung, seperti pembentukan kader tangguh bencana dan sadar wisata, pembangunan pos pantau bencana. Selain itu, membangun bedeng penahan banjir dan longsor serta membangun landscape penunjang ekowisata. Selain program utama, terdapat program pendukung yang akan kami selenggarakan. Antara lain pelatihan kepada para anggota kader mengenai pilah sampah, pembuatan eco enzyme, pemurnian minyak jelantah dan membuat lilin aromaterapi serta pengolahan keripik pisang berselimut coklat,鈥 papar Dr Neffrety.
Selain itu, tim memfasilitasi forum diskusi menjadi ruang bagi setiap kelompok untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, kekhawatiran, dan kontribusinya. Penyelarasan berlangsung dengan mengajak seluruh unsur masyarakat merumuskan tujuan bersama, yaitu pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga aman, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, keberagaman unsur masyarakat justru menjadi kekuatan kolaboratif yang bergerak dalam satu arah.
鈥淪ejak awal, masyarakat diposisikan sebagai pemilik dan pengelola sarana. Sedangkan tim berperan sebagai fasilitator yang membangun sistem, meningkatkan kapasitas, dan menyiapkan mekanisme serah kelola. Dengan demikian, setelah program selesai, pos pantau maupun infrastruktur pengendalian banjir dan longsor tetap dapat dipelihara, dipantau, dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,鈥 imbuhnya.
Strategi Ciptakan Kader Tangguh Bencana dan Sadar Wisata
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR targetkan minimal 30 orang dari berbagai unsur masyarakat untuk bergabung menjadi kader. Tim menyusun matriks tugas untuk siapa yang bertanggung jawab, siapa yang melaksanakan, siapa yang mendukung, dan kepada siapa pelaporan dilakukan. Dengan demikian, dalam kondisi normal fokus kader lebih banyak pada pengelolaan dan edukasi wisata. Sedangkan ketika terdapat peningkatan risiko atau keadaan darurat, kader kebencanaan mengambil fungsi koordinasi utama.
鈥淚ntinya, strategi ini digunakan dengan prinsip 鈥榮atu kader, dua kompetensi, satu fungsi utama.鈥 Setiap kader memahami dasar kebencanaan dan kepariwisataan secara seimbang, tetapi memiliki tugas utama yang spesifik. Dengan mekanisme ini, Kader Tangguh Bencana dan Kader Sadar Wisata dapat bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi. Hal tersebut untuk mewujudkan kawasan wisata yang aman, tangguh bencana, nyaman, dan berkelanjutan,鈥 tegasnya.
Program kerja kelompok enam Tim Ekspedisi Patriot UNAIR sejalan dan mendukung program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa poin ke-11 mengenai kota dan permukiman berkelanjutan, poin ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim (climate action), dan poin ke-15 mengenai ekosistem daratan (life on land).
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





