UNAIR NEWS – Dua mahasiswa 东京热 (UNAIR) berhasil membawa pulang juara 2rd Runner Up Team Final Presentation saat mengikuti Program Asean Student Experiential Mobility (ASEMO). Kompetisi persembahan Universiti Utara Malaysia ini mengusung tema Empowering ASEAN Youth Leader: AI, Innovation and Sustainability. Kegiatan yang diikuti oleh negara Indonesia, Filipina, Cambodia, Thailand, Myanmar, Brunei, hingga Vietnam tersebut terselenggara dalam dua fase, yakni secara daring pada (2鈥8/8/2026) dan secara luring pada (12鈥18/8/2026) di Malaysia.聽
Rizqi Alfy Dzikria dan Ketut Ghina Sofiya Hamidah menyebut bahwa ASEMO memberikan banyak kesempatan pada mahasiswa. Kesempatan tersebut yaitu mendapatkan kesempatan belajar, menambah pengalaman, jejaring, keterampilan, hingga kepemimpinan lintas negara. Mereka belajar banyak hal, mulai dari pengalaman berkuliah di UUM, pengalaman budaya lintas negara di Malaysia seperti kelas bermain golf, tarian tradisional, serta pengalaman pengabdian masyarakat di Kampung Kuala Begia Kedah.聽
鈥淔asilitasnya juga benar-benar lengkap dan suasana kampusnya sangat berbeda dari yang saya bayangkan. Rasanya benar-benar masuk ke lingkungan akademik yang sangat luas dan multikultural,鈥 ungkap Ghina.
Rumuskan Kebijakan ASEAN Energy Diversification Compact
Rizqi bercerita bahwa persiapan kompetisi hanya sebentar dengan riset mendalam, membuat poster, hingga berlatih role play summit. Melalui tantangan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di selat hormuz antara Iran dan US dengan setiap anggota tim bertindak menjadi seorang leader dari tugas negara.聽
鈥淭im kami memilih Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kami merumuskan kebijakan ASEAN Energy Diversification Compact (AEDC) dengan menggunakan pendekatan short term. Pendekatan tersebut yaitu Reserve, Diversification, dan Protection (RDP) Framework serta long term, yaitu Transition, Trade, dan Transform (3T) Framework. Kami membuat role play yang menarik dengan memberikan dialog yang berbeda pandangan antar negara lalu membuat satu rumusan kebijakan yang terbaik,鈥 jelasnya.聽

Di sisi lain, Ghina menjelaskan bahwa secara keseluruhan program ini terbagi menjadi empat track, yaitu Leadership, Entrepreneurship, Sustainability, dan AI. Jadi, kompetisinya tidak hanya berasal dari satu bidang, tetapi dari peserta dengan berbagai perspektif dan latar belakang dari seluruh ASEAN.
鈥淒i tahap final, kami bahkan harus berhadapan langsung dengan tiga track lainnya sehingga membuat dinamika kompetisinya menjadi sangat multidimensional. Tantangan terbesar bagi kami adalah bagaimana harus benar-benar memahami apa yang kami bicarakan. Selain itu, ini pengalaman pertama saya untuk membicarakan isu keberlanjutan dalam konteks suatu negara dan kawasan bukan hanya dari sisi environmental, tetapi juga social, economic, dan political. Kami juga harus belajar bagaimana menyampaikan kepentingan masing-masing negara tanpa kehilangan perspektif regional,鈥 imbuhnya.
Membawa Prinsip Jangan Takut Memulai
Keduanya mengaku tidak memiliki target untuk menang karena berfokus untuk menggali rasa ingin tahu terhadap tantangan yang ada. Bagi mereka, kemenangan bukan hanya tentang mendapatkan posisi juara, tetapi juga tentang perubahan perspektif.聽
鈥淒ari situ kami belajar bahwa tidak semua hal harus bermula dengan ambisi untuk menjadi yang terbaik. Kadang, ketika kita fokus untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita punya, hasilnya justru bisa datang sebagai sesuatu yang tidak kita sangka-sangka,鈥 tegas Ghina.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





