¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Bawa Misi Edukasi Finansial, Tiga Mahasiswa UNAIR Sabet Juara 3 QRIS Jelajah Indonesia Jatim 2026

Tim Ksatria Boran, Arifatun Nazilah (Manajemen Perkantoran Digital 2024), Syarifuddin Hidayatullah (Destinasi Pariwisata 2024), dan Septiyan Maulana (Destinasi Pariwisata 2025). (Foto: Narasumber)
Tim Ksatria Boran, Arifatun Nazilah (Manajemen Perkantoran Digital 2024), Syarifuddin Hidayatullah (Destinasi Pariwisata 2024), dan Septiyan Maulana (Destinasi Pariwisata 2025). (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS — Komitmen mahasiswa ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) dalam mendorong literasi keuangan digital kembali membuahkan hasil membanggakan. Tiga mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam satu tim berhasil menyabet Juara 3 dalam ajang kompetisi QRIS Jelajah Indonesia Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Tiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Arifatun Nazilah (Manajemen Perkantoran Digital 2024), Syarifuddin Hidayatullah (Destinasi Pariwisata 2024), dan Septiyan Maulana (Destinasi Pariwisata 2025).

Ajang bergengsi ini berlangsung sejak kick-off pada 12 Juli 2026 hingga malam penganugerahan (awarding) pada 15 Agustus 2026. Turut hadir pada pembukaan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Arumi Bachsin, hingga jajaran pimpinan Bank Indonesia Jawa Timur.

Tim Ksatria Boran saat melaksanakan misi. (Foto: Narasumber)
Edukasi Interaktif hingga Transaksi Antarnegara

Rangkaian kompetisi ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat lintas generasi mengenai pembayaran digital QRIS. Selain itu sosialisasi gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Sosialisasi berbagai materi secara langsung, mulai dari fitur QRIS Bayar, Transfer, hingga aspek Perlindungan Konsumen.

Selama rentang penugasan pada 12 hingga 19 Juli 2026, tim Ksatria Boran terjun langsung menyapa masyarakat di tiga titik strategis. Titik tersebut yaitu Taman Bungkul Surabaya pada Misi 1, Pantai Dalegan di Panceng, Gresik pada Misi 2, serta kawasan Balai Kota Surabaya pada Misi 3.

“Hal paling menarik adalah ketika mencoba transaksi antarnegara menggunakan m-banking yang secara otomatis terkonversi ke mata uang negara tujuan. Saat ini sudah ada beberapa negara yang terintegrasi dengan QRIS Cross Border. Negara itu seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China,” ujar Zilah, salah satu anggota tim.

Tantangan Menegangkan dan Kunci Kerjasama Tim

Perjalanan menuju juara diraih lewat proses panjang. Dari ratusan tim pendaftar se-Jawa Timur, persaingan ketat menyaring peserta hingga tersisa 10 finalis melalui seleksi administrasi, tes tulis, dan pembuatan video, sebelum akhirnya menentukan tiga pemenang utama.

“Kami sering berkumpul sebelum misi, mulai jam sembilan malam untuk rapat konsep dan editing hingga menjelang subuh. Menurut saya, kunci utama dari proses pendaftaran hingga menyelesaikan seluruh misi adalah sikap nothing to lose, niat belajar, serta niat membagikan ilmu kepada sesama,” kata Zilah.

Meski berasal dari program studi berbeda dan belum saling mengenal sebelum kompetisi, chemistry antaranggota terbangun solid selama perjuangan di lapangan. Melihat keberhasilan program ini, Zilah berharap edukasi finansial semacam ini dapat terus berlanjut secara konsisten dengan inovasi yang lebih segar di masa mendatang.

“Semoga QRIS Jelajah Indonesia bisa terus hadir di tahun-tahun berikutnya dengan tema-tema yang makin inovatif. Karena dengan lomba ini, kita sebagai gen Z tidak hanya belajar tentang teknologi keuangan, tapi juga punya peran untuk mengedukasi masyarakat. Besar harapan akselerasi QRIS dapat menyentuh seluruh sektor UMKM, mendorong UMKM naik kelas. Selain itu mempercepat pemulihan fintech di Indonesia,” tutup Zilah.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT