¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Sulap Rempah Hasil Tani, Tim Patriot UNAIR Lirik Potensi Serundeng Lengkuas di Morowali

Sesi pengenalan prototipe produk olahan rempah saat FGD. (Foto: Narasumber)
Sesi pengenalan prototipe produk olahan rempah saat FGD. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS — Melimpahnya hasil bumi di Kawasan Transmigrasi Bungku, Morowali, Sulawesi Tengah, mendorong Tim Ekspedisi Patriot ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) untuk berinovasi. Guna meningkatkan nilai jual pertanian warga, mereka mulai mengolah rempah-rempah segar menjadi produk konsumsi yang punya daya tawar lebih tinggi.

Sejumlah komoditas lokal seperti serai, lengkuas, pandan, hingga kelapa melalui proses menjadi aneka varian olahan. Beberapa di antaranya yakni teh serai, serundeng lengkuas, lengkuas kering, serta olahan pandan kering yang pas berpadu dengan campuran teh.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Unair, Dr Siti Rahayu Nadhiroh SKM MKes, menyampaikan bahwa langkah awal ini ditujukan untuk memetakan potensi komoditas lokal. Hasilnya kemudian dipaparkan dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bersama para petani, peternak, perangkat desa, hingga kader PKK di Desa Bahoea Reko-Reko, Jumat (21/8).

“Masyarakat sangat antusias, terutama dengan produk serundeng lengkuas,” kata Nadhiroh yang juga dosen FKM Unair tersebut. Ia menilai pasokan lengkuas di kawasan tersebut terbilang melimpah dan stabil, sehingga punya prospek bagus untuk dikembangkan.

Prototipe produk berupa serundeng lengkuas, teh sereh, lengkuas kering dan pandan kering. (Foto: Narasumber)
Kendala Modal dan Pemasaran

Meski mendapat sambutan hangat, diskusi tersebut juga mengungkap kecemasan utama para petani yaitu terkait modal usaha dan kepastian pasar.

“Warga khawatir soal pendanaan dan ke mana produk ini akan dijual. Wong jual hasil rempah segar saja selama ini masih susah,” lanjutnya.

Merespons kendala tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Unair menyiapkan beberapa langkah konkrit. Mereka berencana menggelar workshop, validasi pasar, hingga market testing. Selain itu, penjajakan kerja sama bakal berlangsung bersama dinas terkait, BUMDes, hingga pelaku usaha lokal.

“Kami ingin produk ini tidak berhenti sebagai hasil pelatihan saja, tapi benar-benar tumbuh jadi produk khas Bungku yang menguntungkan warga,” ujar Nadhiroh.

Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot Unair beranggotakan satu ketua dan lima anggota. Mereka bertugas mendampingi warga Bungku selama empat bulan. Program ini merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi RI yang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT