UNAIR NEWS 鈥 Tiga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat () 东京热 (UNAIR), Prof Ira Nurmala SKM MPH PhD, Prof Lutfi Agus Salim SSi MKes PhD, dan Dr Muthmainnah SKM MKes, mendapat kesempatan berbagi pengalaman dan gagasan akademik dalam kegiatan kolaborasi internasional di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Ketiganya hadir dengan perspektif yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Prof Ira membahas inovasi pembelajaran digital dan kolaborasi akademik internasional, Prof Lutfi mengangkat pemanfaatan data dan informasi kependudukan untuk pembangunan, sedangkan Dr Muthmainnah membahas inovasi digital dan artificial intelligence (AI) dalam pendidikan serta pengembangan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa pengembangan kesehatan masyarakat semakin berkaitan erat dengan kemajuan teknologi, pemanfaatan data, serta penguatan jejaring akademik lintas negara.
Materi yang disampaikan ketiga dosen FKM UNAIR turut memiliki keterkaitan dengan arah pengembangan pembelajaran di UiTM. Melalui Centre for Innovative Delivery & Learning Development (CIDL), UiTM mendorong inovasi dalam proses pembelajaran dan pemanfaatan teknologi, termasuk melalui pendekatan high-tech and high-touch yang memadukan teknologi dengan interaksi manusia.
Perkuat Pembelajaran melalui Inovasi Digital
Prof Ira Nurmala menyampaikan materi bertajuk Best Practices in Digital Teaching Innovation and International Academic Collaboration. Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tidak sekadar memindahkan pembelajaran konvensional ke platform digital, tetapi perlu diarahkan untuk membangun pengalaman belajar yang lebih interaktif.
鈥淒igital innovation in teaching is not merely moving classroom materials to PowerPoint or Zoom, but rather building an interactive learning ecosystem,鈥 ujar Prof Ira.
Menurutnya, inovasi pembelajaran digital mencakup sejumlah komponen, mulai dari perangkat dan platform digital, pedagogi digital, hingga pemanfaatan konten multimedia. Berbagai pendekatan seperti flipped classroom, gamification, microlearning, dan pembelajaran berbantuan AI dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Pengalaman UNAIR turut menjadi contoh dalam penerapan inovasi pembelajaran digital. Beberapa di antaranya melalui pembelajaran interaktif, HEBAT e-Learning, program Health Educator for Youth (HEY), hingga aplikasi Konco SREGEP yang mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran, promosi kesehatan, dan pemberdayaan generasi muda.
Selain inovasi teknologi, Prof Ira menyoroti pentingnya kolaborasi akademik internasional. Menurutnya, kerja sama lintas negara dapat dikembangkan melalui penelitian komparatif, international peer educators, serta pemanfaatan jejaring akademik untuk membangun konsorsium riset dan memperoleh hibah internasional.
Data Kependudukan sebagai Dasar Pembangunan
Sementara itu, Prof Lutfi Agus Salim membawa perspektif kependudukan melalui materi Pemanfaatan Data dan Informasi Kependudukan sebagai Bahan Advokasi Pembangunan Berwawasan Kependudukan.

Dalam pemaparannya, Prof Lutfi menjelaskan pentingnya data dalam menghasilkan kebijakan dan pembangunan berbasis bukti. Data dapat digunakan untuk mengidentifikasi persoalan, melakukan analisis, menghasilkan temuan penelitian, hingga menyusun rekomendasi pembangunan.
Ia juga memperkenalkan sejumlah perangkat yang dapat membantu analisis kependudukan, seperti Gapminder World, Spectrum-DemProj, RAPID, dan MORTPAK. Berbagai perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk memahami kondisi kependudukan, menganalisis dampaknya, serta menyusun proyeksi.
Salah satu perangkat yang diperkenalkan adalah RAPID. Model tersebut dapat digunakan untuk melihat dampak perubahan tingkat kelahiran dan pertumbuhan penduduk terhadap berbagai sektor pembangunan, termasuk tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, urbanisasi, dan pertanian.
AI untuk Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Perspektif lainnya disampaikan Dr Muthmainnah melalui materi Digital Innovation and Artificial Intelligence in Education and Community Development. Ia membahas perkembangan AI dan potensinya dalam pendidikan, kesehatan, promosi kesehatan, serta pengembangan masyarakat.

Menurutnya, AI dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih personal, adaptif, inklusif, dan berbasis data. Dalam pengembangan masyarakat, teknologi tersebut juga berpotensi mendukung pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas partisipasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat lokal.
Dr Muthmainnah menawarkan kerangka yang menghubungkan data, partisipasi, dan pemberdayaan. Namun, penerapannya tetap perlu ditopang oleh prinsip etika, perlindungan privasi, kesetaraan, dan dukungan kelembagaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut membagikan sejumlah praktik yang dekat dengan konteks kesehatan masyarakat, termasuk inovasi pendidikan, promosi kesehatan berbasis digital, serta pengembangan SMART Posyandu Prafi. Inovasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung pelayanan kesehatan, tetapi juga digitalisasi, peningkatan kapasitas kader, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Selaras dengan Agenda SDGs
Pertukaran gagasan antara UNAIR dan UiTM tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi pembelajaran digital, AI-assisted learning, pembelajaran inklusif, dan peningkatan kapasitas akademisi sejalan dengan SDG 4: Quality Education.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi untuk promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat mendukung SDG 3: Good Health and Well-being. Pengembangan AI, platform digital, dan analitik data juga berkaitan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure.
Di sisi lain, kolaborasi akademik antara UNAIR dan UiTM mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas institusi dan negara dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, tiga dosen FKM UNAIR tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membawa praktik baik untuk didialogkan dalam konteks pendidikan dan pengembangan masyarakat di Malaysia. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana teknologi, data, dan AI dapat dikembangkan secara lebih bermakna ketika diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, dan kemaslahatan masyarakat.
Penulis: Bian Shabri Putri Irwanto
Editor: Yulia Rohmawati





