UNAIR NEWS – ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan () terus mengawal efektivitas program pengabdiannya. Salah satunya dilakukan melalui Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dan Penguatan Kerja Sama Kementerian Transmigrasi.
Terselenggara di Ruang Meeting I – U Shape PIPTP Gedung Kahuripan Lt 2 Kampus MERR-C pada Selasa (18/8/2026), agenda strategis tersebut dipimpin oleh perwakilan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Gorontalo, Israminullah Ibrahim SIP. Sementara itu, hadir pihak UNAIR, Ketua LPMB Prof Dr Hery Purnobasuki MSi PhD dan Ketua TEP Kawasan Sumalata Gorontalo, Dr Johny Alfian Khusyairi MSi MA.
Inovasi Ekologis Berkelanjutan
Prof Dr Hery Purnobasuki MSi PhD menegaskan pentingnya merancang program pengabdian yang sustainable (berkelanjutan). Salah satu intervensi unggulan yang didorong oleh UNAIR untuk kawasan Gorontalo Utara adalah pemanfaatan potensi alam melalui budidaya lebah trigona (lebah tanpa sengat) yang terintegrasi dengan penanaman vegetasi lokal.

“Untuk lebah trigona itu makanannya adalah bunga. Saya sarankan segera saja membuatkan contoh prototipe untuk itu. Tanaman-tanaman tersebut nantinya tidak hanya berguna sebagai sumber pakan lebah. Tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat,” ungkap Prof Hery.
Lebih lanjut, Prof Hery mengarahkan agar tim mahasiswa dan dosen pendamping dapat segera mengeksekusi lahan percontohan di area pekarangan warga transmigran. Prof Hery menyebut edukasi langsung ke masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar penyelesaian program secara seremonial.
“Kita tidak mau program ini menjadi stagnan setelah tim kembali. Harus ada pelopor dari masyarakat setempat yang meneruskan dan memperjuangkan inisiatif ini ke depannya,” tegasnya.
Integrasi Program Kampus dan Daerah
Sementara itu, Israminullah Ibrahim SIP, menyoroti pentingnya menyelaraskan program kampus dengan potensi riil masyarakat. Kehadirannya ke Surabaya secara khusus dijembatani oleh dosen pembimbing lapangan sekaligus Ketua TEP Sumalata Gorontalo, Dr Johny Alfian Khusyairi MSi MA, guna memastikan kolaborasi berjalan optimal.
Isra menyambut baik inovasi budidaya lebah trigona dari UNAIR. Ia menilai inisiatif tersebut sangat relevan dengan program penghijauan andalan bupati setempat dan potensi alam kawasan binaan yang kaya akan pepohonan buah.
“Pemerintah kabupaten saat ini tengah menggalakkan program Gerakan Agro-Mopomulo (GAM). GAM adalah program penghijauan dan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Utara dengan target One Man Ten Trees. Gerakan ini juga diarahkan untuk mewujudkan target jangka panjang Gorontalo Utara sebagai Produsen Buah 2030 (G-30 PB). Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memastikan bagaimana inovasi dari kampus bisa dikolaborasikan secara langsung dengan program daerah tersebut,” papar Isra.
Dukungan alam yang melimpah, sambung Isra, juga menjadi nilai tambah bagi keberhasilan program ini. Sehingga, ia menilai program yang diusung tim UNAIR selaras dengan kondisi lapangan.
“Apalagi pada tahun 2022 lalu, kawasan ini sempat ditetapkan oleh provinsi sebagai desa wisata buah. Tentu potensi flora ini sangat sejalan untuk mendukung ketersediaan pakan bagi program budidaya lebah dari UNAIR,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





