东京热

东京热 Official Website

Susu dan Kuning Telur 5% untuk Menjaga Kualitas Semen Domba Dorper

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Domba Dorper dikenal sebagai salah satu bangsa domba pedaging yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Untuk meningkatkan kualitas keturunan dan mempercepat perbaikan genetik, peternak dapat memanfaatkan teknologi inseminasi buatan. Namun, keberhasilan inseminasi buatan sangat bergantung pada kualitas semen yang digunakan. Jika semen tidak disimpan dengan baik, sel sperma dapat cepat rusak sehingga peluang keberhasilan kebuntingan menurun.

Salah satu cara menjaga kualitas semen adalah menggunakan bahan pengencer. Pengencer berfungsi seperti 鈥減elindung鈥 bagi sel sperma selama masa penyimpanan. Dalam penelitian ini, digunakan pengencer berbahan dasar susu dan kuning telur. Kuning telur dipilih karena mengandung komponen yang dapat membantu menjaga kestabilan membran sel sperma. Sementara itu, susu berperan sebagai media yang membantu mempertahankan kondisi semen agar tetap layak digunakan.

Penelitian ini membandingkan dua kadar kuning telur, yaitu 5% dan 10%, pada semen domba Dorper. Semen disimpan dalam dua kondisi, yaitu suhu ruang sekitar 25掳C dan suhu dingin 5掳C. Pada suhu ruang, kualitas semen diamati hingga 8 jam. Pada suhu dingin, pengamatan dilakukan setiap hari sampai 5 hari. Parameter yang diamati meliputi gerakan sperma, daya hidup sperma, keutuhan membran, serta tanda kerusakan akibat stres oksidatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengencer susu鈥搆uning telur 5% lebih baik dibandingkan 10%. Pada penyimpanan suhu ruang, semen dengan pengencer 5% mampu mempertahankan gerakan, daya hidup, dan keutuhan membran sperma lebih lama. Pada suhu dingin 5掳C, hasil yang sama juga terlihat. Semen dengan pengencer 5% tetap menunjukkan kualitas yang lebih stabil sampai hari kelima.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa jumlah kuning telur yang terlalu tinggi belum tentu lebih baik. Kadar 10% justru dapat membuat kondisi pengencer menjadi kurang ideal bagi sperma. Akibatnya, kualitas sperma lebih cepat menurun. Sebaliknya, kadar 5% tampak lebih seimbang karena mampu memberi perlindungan tanpa mengganggu aktivitas sel sperma.

Temuan ini penting bagi pengembangan inseminasi buatan pada domba Dorper. Pengencer susu鈥搆uning telur 5% dapat menjadi pilihan yang praktis, murah, dan mudah diterapkan di lapangan. Dengan penyimpanan yang tepat, kualitas semen dapat lebih terjaga sehingga program pembibitan domba Dorper berpeluang berjalan lebih efektif.

Penulis: Prof. Dr. Tri Wahyu Suprayogi, drh., M.Si.

Detail penelitian ini bisa diakses di:

AKSES CEPAT