UNAIR NEWS 鈥 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 东京热 (UNAIR) meraih prestasi di tingkat internasional. Tim terdiri atas Muhamad Farel Fachruzani dan Christabel Maureen Vitaley Sung berhasil raih juara 1 Essay Oral Competition pada ajang 9th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition (HDSC) 2026. Kompetisi itu berlangsung pada Jumat (25/7/2026) di Universitas Hasanuddin.
Melalui esai berjudul PomePatch: Nanoemulsion of Pomegranate Peel Extract (Punica granatum L.) Encapsulated pH-responsive Dissolving Microneedle Patch as Smart Drug Delivery System for Oral Traumatic Ulcer, tim menawarkan terapi berupa microneedle patch pemanfaatan nanoemulsi ekstrak kulit delima sebagai penghantar obat untuk mempercepat penyembuhan sariawan.
Terapi Sariawan yang Lebih Efektif
Farel menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari tingginya kasus sariawan yang banyak ditangani menggunakan obat kumur. Menurutnya, terapi tersebut hanya membantu meredakan gejala dan bergantung pada kedisiplinan pasien dalam penggunaan.
鈥淜ami ingin menawarkan pendekatan terapi yang tidak hanya bersifat simptomatik, tetapi juga mampu melindungi area sariawan sehingga proses penyembuhannya menjadi lebih optimal,鈥 jelasnya.
Inovasi ini dirancang dapat menempel pada jaringan sariawan, kemudian larut secara perlahan oleh air liur sehingga zat aktif dilepaskan secara berkelanjutan. Selain itu, microneedle berukuran sangat kecil memungkinkan obat langsung terserap ke jaringan tanpa menimbulkan rasa nyeri dan bersifat selektif.
Ia menambahkan bahwa inovasi ini memberikan alternatif terapi yang lebih nyaman bagi pasien dengan memanfaatkan limbah kulit delima. Buah ini memiliki kandungan bioaktif dan terbukti aman berdasarkan berbagai penelitian.
Berangkat dari Permasalahan Masyarakat
Ke depan, ia berharap gagasan ini dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat direalisasikan sebagai alternatif terapi sariawan yang lebih efektif, nyaman, dan mudah diakses masyarakat. Ia berpesan kepada mahasiswa untuk menjadikan permasalahan di sekitar sebagai sumber inspirasi dalam menyusun karya ilmiah.聽
鈥淓sai tidak harus berisi inovasi yang rumit. Yang terpenting adalah bagaimana kita peka melihat permasalahan di masyarakat dan menghadirkan solusi yang nyata serta dapat diimplementasikan,鈥 pungkasnya.
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Khefti Al Mawalia





