东京热

东京热 Official Website

Esai Inovatif Antar Mahasiswa Kimia UNAIR Raih Juara FISION

Mahasiswa S1 Kimia FST UNAIR Abraham Alexs Tanu Wijaya menunjukkan karya esainya berjudul 鈥淪I-TANGGAP鈥 yang meraih Juara I FISION 2026. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Mahasiswa S1 Kimia FST UNAIR Abraham Alexs Tanu Wijaya menunjukkan karya esainya berjudul 鈥淪I-TANGGAP鈥 yang meraih Juara I FISION 2026. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS 鈥 Mahasiswa Program Studi S1 Kimia, , Abraham Alexs Tanu Wijaya, meraih Juara I FISION 2026: Fusion Physics Essay Competition yang diselenggarakan Komunitas Mahasiswa Fisika (KOMFI) Universitas PGRI Madiun (UNIPMA). Kompetisi berlangsung pada 20 Juli hingga 17 September 2026, dengan presentasi finalis berlangsung secara daring pada 16 September 2026.

Angkat Inovasi Pertanian Presisi

Dalam kompetisi tersebut, Abraham mengangkat esai berjudul 鈥淪I-TANGGAP: Integrasi Deteksi Hiperspektral dan Machine Learning Adaptif Iklim dengan Fitur Emergency Shift sebagai Mitigasi Cuaca Ekstrem Menuju Swasembada Pangan.鈥

Abraham memilih topik tersebut setelah melihat persoalan kekeringan, banjir, dan curah hujan yang tidak menentu di daerah asalnya, Madiun. Kondisi tersebut menurutnya turut berdampak pada petani lokal yang mengalami gagal panen.

Ia kemudian mengembangkan gagasan pertanian presisi yang memanfaatkan Hyperspectral Imaging (HSI) dan machine learning adaptif iklim. Teknologi tersebut ia rancang untuk mendeteksi kondisi tanaman sebelum gejala kerusakan terlihat secara fisik.

鈥淒engan melihat adanya kesenjangan terhadap teknologi pertanian presisi saat ini yang masih menggunakan kamera sensor RGB yang sifatnya reaktif. Saya mencoba menawarkan solusi yang dapat mendeteksi kerusakan tanaman sebelum gejala fisik muncul,鈥 jelasnya.

Gagasan tersebut juga lengkap dengan fitur Emergency Shift yang mengolah hasil deteksi menjadi rekomendasi tindakan mitigasi. Abraham menjelaskan, fitur tersebut dapat membantu menentukan tindakan seperti pemberian pupuk atau penyiraman sesuai kondisi tanaman.

Tantang Topik di Luar Keilmuan

Meski memiliki latar belakang Kimia, Abraham mengaku harus mempelajari bidang yang berbeda karena topik esai yang ia bawakan banyak berkaitan dengan fisika dan teknologi. Namun, ia telah memiliki gambaran mengenai pertanian presisi sebelum mengikuti kompetisi sehingga proses penulisan esai dapat ia selesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.

鈥淭antangan utamanya adalah mempelajari topik yang benar-benar baru bagi saya sehingga perlu ada usaha yang lebih agar dapat menyampaikan ide ini dengan baik dan benar,鈥 ujarnya.

Menurut Abraham, salah satu kunci dalam esainya adalah adanya skema implementasi melalui model Pentahelix. Baginya, gagasan inovatif tidak cukup hanya menarik, tetapi juga perlu memiliki mekanisme penerapan yang jelas di masyarakat.

Prestasi tersebut turut memberikan keyakinan bagi Abraham untuk mengeksplorasi topik di luar disiplin ilmunya. Ia pun berpesan agar mahasiswa UNAIR tidak takut mencoba hal baru dan memperhatikan aspek implementasi dalam setiap gagasan yang dikembangkan.

鈥淒alam hal mencari prestasi, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dan membawakan ide-ide yang lebih inovatif serta solutif. Ide yang baik adalah ide yang dapat diimplementasikan ke masyarakat.鈥

Penulis: Zahwa Yasmina
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT