Kanker merupakan penyakit kronis yang membawa dampak besar bagi pasien maupun keluarga, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Terapi seperti kemoterapi sering menimbulkan efek samping yang berat, sehingga pasien membutuhkan dukungan emosional dan praktis dari orang-orang terdekat. Dalam konteks ini, konsep family resilience atau ketangguhan keluarga menjadi sangat penting. Ketangguhan keluarga mencerminkan kemampuan untuk bangkit dari tekanan, beradaptasi dengan tantangan, serta menjaga stabilitas emosional selama proses pengobatan. Dukungan berbasis keyakinan, komunikasi yang sehat, serta nilai-nilai spiritual terbukti mampu memperkuat keluarga dalam menghadapi beban kemoterapi, sehingga kualitas hidup pasien dan keluarga dapat terjaga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review dengan kerangka PICOS (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design). Populasi yang dikaji adalah keluarga pasien kanker, dengan intervensi berupa strategi peningkatan ketangguhan keluarga. Artikel yang ditinjau berasal dari empat basis data internasional: Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Web of Science, dengan rentang publikasi tahun 2019鈥2024. Kriteria inklusi mencakup studi peer-reviewed berbahasa Inggris, berbentuk uji coba terkontrol, penelitian kuasi-eksperimental, deskriptif, maupun kuantitatif dan kualitatif. Dari 526 artikel yang ditemukan, setelah melalui proses seleksi PRISMA, hanya 14 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut.
Hasil kajian menunjukkan empat tema utama. Pertama, ketangguhan keluarga diperkuat melalui dukungan sosial, komunikasi pasangan, dan mekanisme koping adaptif. Kedua, intervensi berbasis ketangguhan terbukti menurunkan kecemasan, depresi, serta beban caregiver. Ketiga, tantangan psikososial selama kemoterapi memengaruhi pasien dan keluarga, namun keluarga dengan tingkat resiliensi tinggi mampu mengurangi dampak negatif tersebut. Keempat, faktor penentu ketangguhan mencakup kohesi keluarga, kapasitas finansial, aksesibilitas pengobatan, serta kepemilikan asuransi kesehatan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan asesmen resiliensi keluarga, memberikan edukasi berbasis keyakinan, serta mengintegrasikan strategi peningkatan ketangguhan ke dalam praktik keperawatan onkologi. Dengan demikian, dukungan keluarga yang kuat tidak hanya meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi, tetapi juga menciptakan perawatan yang lebih holistik dan berpusat pada keluarga.
Penulis: Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)
Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul 鈥The Role of Family Resilience and Social Support among Cancer Patients Undergoing Chemotherapy: A Systematic Review鈥
Detail penelitian bisa diakses di:





