东京热

东京热 Official Website

Antropologi UNAIR Gagas Hilirisasi Ekonomi Hijau Bromo lewat Riset Kolaborasi聽

Tim peneliti UNAIR bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi mitra saat melangsungkan FGD Riset Kolaborasi di Kediri, Kamis (23/7/2026) (Foto: Dok. Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Laboratorium Manusia, Budaya, dan Ragawi (Lab MaBuRag) Departemen FISIP 东京热 (UNAIR) melangsungkan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan bertajuk Riset Kolaborasi (Riskolab) Jatim Melaju 2026 ini terselenggara di Kampus Program Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri pada Kamis (23/7/2026).

FGD kali ini berfokus pada riset yang berjudul Hilirisasi Ekonomi Hijau Bromo, Transformasi Ekosistem Mata Air dan Karbon Menjadi Dana Abadi Beasiswa Desa. Prof Dr H Muhammad Adib Drs MA selaku Koordinator Lab MaBuRag UNAIR sekaligus host acara memimpin langsung jalannya diskusi. Turut hadir pula Direktur Program Pascasarjana UIN Syekh Wasil Kediri, Prof Dr H Moh Asror Yusuf MAg selaku tuan rumah, serta Dr Ahmad Sodiq dari UIN SATU Tulungagung yang bertindak sebagai mitra Riskolab.

Dalam kolaborasi riset ini, tim UNAIR membawa gagasan yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Konsep riset tersebut secara holistik mampu mengintegrasikan aspek manusia, budaya, dan ragawi ke dalam satu cara pandang yang komprehensif.

Melalui pendekatan tersebut, keilmuan antropologi tidak hanya berfokus pada manusia secara sempit. Melainkan bersinggungan erat dengan lingkungan, kesehatan, dan budaya guna merumuskan solusi atas berbagai permasalahan hidup. Di tengah ancaman pemanasan global saat ini, laboratorium milik UNAIR ini juga mengambil peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan, air, hingga udara, demi terciptanya keseimbangan ekosistem.

Kinerja, sinergi, dan konsep inovatif yang ditunjukkan oleh tim UNAIR mendapatkan apresiasi tinggi dari para mitra peneliti. Prof Asror mengungkapkan rasa senangnya dapat berkolaborasi dengan tim UNAIR di bawah koordinasi Prof Adib. Ia menilai kolaborasi tersebut memiliki langkah penelitian terencana, terstruktur, komprehensif, serta didasarkan pada data yang kuat.

“Saya kira semangat untuk mencarikan solusi bagi masyarakat sangat baik. Saya melihat Prof Adib beserta Tim Lab MaBuRag sangat kompak. Kesungguhan dan komitmen yang luar biasa kuat itulah yang saya suka,” ungkap Prof Asror.

Senada dengan hal tersebut, Dr Sodiq turut memuji konsep keilmuan yang dibawa oleh tim UNAIR. 鈥淧endekatan ini yang menjadi pembeda Lab MaBuRag dengan laboratorium lainnya,鈥 ujar Dr Sodiq.

Para mitra berharap agar teamwork laboratorium ini terus menguat dan fungsinya sebagai laboratorium solusi dapat terus dipertahankan. Rencana-rencana terarah untuk membekali mahasiswa. Sekaligus memberikan advokasi bagi masyarakat harapannya terus berjalan agar ilmu yang berkembang dapat memberikan dampak nyata.

Melalui penguatan kolaborasi riset ini, Lab MaBuRag FISIP UNAIR terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi bagi persoalan sosial maupun lingkungan di masyarakat. Publikasi dan inisiatif ini sekaligus mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin 4 (Quality Education), poin 13 (Climate Action), dan poin 17 (Partnerships for the Goals).

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D, Nasywa Kaffa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT