UNAIR NEWS – Tingginya volume sampah plastik di Desa Podokoyo, Kabupaten Pasuruan menjadi permasalahan yang belum tertangani secara optimal hingga saat ini. Sampah yang menumpuk tidak terkelola dengan baik dan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan bagi masyarakat sekitar. Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi geologis desa yang terjal dan berdampak pada pendistribusian sampah ke tempat pembuangan.
Menjawab hal tersebut, Bina Desa Fakultas Sains dan Teknologi () UNAIR menginisiasi program Mini Trash Compactor (MTC). Alat tersebut adalah pemadat sampah plastik yang untuk mempermudah pengelolaan sampah rumah tangga. Demonstrasi dan sosialisasi alat berlangsung pada Sabtu (25/07) berkolaborasi dengan 30 warga desa dan 5 perangkat desa. Meski jumlah peserta terbatas, harapannya, dampak pengadaan alat ini dapat menyasar secara seluruh warga.

Mekanisme Alat yang Ubah Pengelolaan Sampah Desa
MTC tersusun dari tiga komponen utama yakni dongkrak hidrolik, bak penampung, dan plat penekan. Hanum sebagai salah satu panitia Bina Desa FST menjelaskan bahwa alat ini bekerja dengan konsep fisika, 鈥渁lat ini bekerja dengan memberikan tekanan pada sampah botol plastik dalam kondisi kering. Botol tersebut yang telah dipisahkan dari tutupnya sehingga terjadi proses pemadatan, 鈥 jelasnya. Bak penampungan MTC memiliki kapasitas maksimal 5 kilogram sampah plastik sebelum melalui proeses pemadatan. Salah satu tantangan adalah selama proses pembuatan alat adalah pengujian efektivitas dongkrak dalam menekan sampah secara maksimal.
Sebelum kehadiran MTC, volume sampah plastik di Desa Podokoyo tergolong besar sehingga tempat penampungan cepat penuh sampah dan menyebar ke lingkungan. Kondisi tersebut diperparah dengan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Setelah menerapkan alat MTC, nantinya volume sampah menjadi lebih kecil dan daya tampung dapat meningkat. Dampak selanjutnya adalah lingkungan desa menjadi lebih bersih dan terhindari dari pencemaran akibat sampah yang berserakan.
Dukungan SDGs dan Keberlanjutan Program
Selain sosialisasi dan demonstrasi, warga turut akan mendapat leaflet dan modul perawatan berkala supaya dapat memanfaatkan alat secara mandiri dalam jangka panjang. Program ini juga lengkap dengan bank sampah sebagai tempat penampungan botol plastik sebelum proses kompresi. Setelah proses penyerahan resmi, Bina Desa FST dan perangkat desa menunjuk kader Desa Podokoyo sebagai penanggung jawab dengan harapan alat MTC tetap terawat dan dapat warga manfaatkan secara berkelanjutan setelah program selesai.
Pengadaan Mini Trash Compactor ini selaras dengan SDGs ke 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDGs ke-12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim. Nantinya, kehadiran alat ini akan memberi manfaat yang merata bagi warga Podokoyo. Khususnya dalam memaksimalkan kapasitas penampungan serta menyederhanakan proses pengangkutan sampah plastik. Kehadiran MTC membuktikan bahwa inovasi sederhana mampu memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan desa.
Penulis: Yongki Eka Cahya
Editor: Ragil Kukuh Imanto





