UNAIR NEWS – UKM WANALA ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) sukses mengikuti Ekspedisi Gunung Arjuno dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang berlangsung pada 15–17 Agustus 2026 ini persembahan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Persiapan matang telah tim UKM WANALA UNAIR lakukan sebulan sebelum pendakian melalui pembinaan jasmani rutin serta inventarisasi perlengkapan. Turut berpartisipasi dalam ekspedisi ini sekitar 500 peserta dari 9 entitas (termasuk Bakorwil II Bojonegoro, TNI-Polri, pecinta alam, mahasiswa, hingga LSM), UKM WANALA UNAIR menerjunkan 10 orang perwakilan.

Alur Perjalanan dan Detik-Detik Pengibaran Bendera
Rangkaian kegiatan bermula pada 15 Agustus sore. Acara pelepasan resmi bersama Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebelum tim berangkat menuju OWA Cangar.
Pada 16 Agustus pagi, rombongan bergerak ke titik awal pendakian di Jalur Sumber Brantas. Di tengah perjalanan menuju Pos 1, para peserta melakukan aksi peduli lingkungan berupa penanaman pohon atas nama IKA UNAIR. Perjalanan berlanjut melewati hutan mati menuju Pos 2 untuk istirahat. Kemudian menanjak melewati jalur terjal dan lubang belerang menuju Pos 3. Hingga akhirnya tiba dan membangun tenda di Camp Lembah Lengkehan pada sore hari.
Memasuki 17 Agustus pukul 02.30 WIB, peserta bersiap melakukan summit attack menuju Pasar Dieng. Tepat pukul 10.00 WIB, upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung khidmat di Pasar Dieng. Kemudian berlanjut dengan aksi spektakuler pengibaran bendera sepanjang 81 meter membentang hingga Puncak Ogal Agil. Tim UKM WANALA UNAIR turut mengibarkan bendera UNAIR dan bendera organisasi di puncak tertinggi Arjuno sebelum akhirnya kembali turun dan tiba di Surabaya pada malam hari.
“Momen paling berkesan adalah saat pengibaran bendera sepanjang 81 meter oleh ratusan orang yang berjajar menuju Puncak Ogal Agil,” ungkap Nadine Arfianda Zulfa, selaku sekretaris kegiatan ini.
Menembus Tantangan dan Menyuarakan Pesan
Selama pendakian, tim menghadapi tantangan cuaca ekstrem berupa suhu dingin menusuk saat malam hari serta jalur yang sangat kering dan berdebu akibat minimnya curah hujan, yang sempat mengganggu pernapasan dan penglihatan.
Melalui aksi ini, WANALA UNAIR membawa misi penting untuk memadukan semangat nasionalisme dan kepedulian lingkungan.
“Kami ingin menanamkan nilai cinta tanah air dan kepedulian terhadap alam. Memperingati kemerdekaan di puncak gunung adalah bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan, yang harus kita wujudkan secara nyata dengan menjaga kelestarian ekologi, tidak merusak, dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Nadine.
Harapan besarnya, keberlanjutan ekspedisi semacam ini dapat terus membangun kesadaran kolektif, baik dari pemerintah maupun para pegiat alam untuk menjaga ekosistem gunung agar tetap lestari.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





