东京热

东京热 Official Website

Perkuat Peternakan Sapi Bali, Ekspedisi Patriot UNAIR Terapkan Inseminasi Buatan dan Jerami Fermentasi Plus

Prof Dr Herry Agoes Hermadi Drh MSi bersama tim Ekspedisi Patriot. (Foto: Istimewa)
Prof Dr Herry Agoes Hermadi Drh MSi bersama tim Ekspedisi Patriot. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Keberhasilan budidaya ternak tidak hanya berdasarkan faktor pembiakan, tetapi juga kecukupan nutrisi pakan serta kesehatan reproduksi induk. Menjawab tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 东京热 (UNAIR) melaksanakan pendampingan peternakan di wilayah transmigrasi yang meliputi Distrik Prafi, Masni, dan Sidey.聽

Tim ahli dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR yang oleh Prof Dr Herry Agoes Hermadi Drh MSi dan Prof Dr Erma Savitri memberikan edukasi komprehensif mengenai formulasi pakan berbasis limbah lokal dan penanganan penyakit reproduksi sapi Bali. Langkah ini menjadi wujud nyata untuk keberlanjutan menciptakan ekosistem peternakan yang mandiri dan produktif di wilayah timur Indonesia.

Sapi Bali di wilayah peternakan transmigrasi Distrik Prafi, Masni, dan Sidey, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. (Foto: Istimewa)
Pendampingan Teknis Inseminasi Buatan

Prof Herry mengaku bahwa salah satu kendala utama pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di kawasan terpencil adalah mahalnya biaya dan kelangkaan pasokan nitrogen cair yang berfungsi untuk mengawetkan sperma beku (frozen semen). Merespons hal tersebut, Tim membawa inovasi tepat guna berupa vagina buatan dari bahan-bahan sederhana yang mudah dan ada di sekitar, seperti selang radiator, lapisan karet, dan air hangat.

鈥淪perma dikeluarkan dua kali ejakulasi agar memperoleh hasil 10 CC yang cukup untuk IB 40 ekor induk betina yang dilakukan sinkronisasi birahi. Agar dapat secara massal kita kawinkan dan kelahiran berbarengan setelah sembilan bulan ke depan,鈥 jelasnya.

Melalui 鈥媔novasi tersebut, sperma segar dari sapi jantan dapat langsung tertampung dan siap untuk proses pengaplikasian tanpa perlu proses pembekuan. Sperma segar tersebut memiliki daya tahan 48 jam pada suhu refrigerator dan dapat langsung masukstraw. Kemudian tim menyuntikkannya kepada betina yang sedang birahi tanpa perlu proses pembekuan.聽

Prof Herry memaparkan bahwa Ia dan tim memberikan pelatihan teknis secara cepat kepada para peternak lokal. Pelatihan tersebut agar mereka mampu bertindak sebagai inseminator mandiri tanpa harus terus bergantung pada bantuan tenaga medis dari luar daerah.聽

鈥淧endampingan inseminasi buatan ini akan berhasil jika sperma yang disuntikkan ke dalam alat kelamin sapi Bali ini BCS-nya tiga sampai empat. Padahal jika kondisi fisik dan nutrisinya terjaga dengan ideal, sapi Bali ini termasuk ras yang sangat mudah untuk berkembang biak. Ibaratnya jika disenggol sedikit saja bisa bunting,鈥 paparnya.

Pemanfaatan Jerami Fermentasi Plus

Secara geografis, lokasi transmigrasi di Papua Barat memiliki potensi limbah pertanian dan perkebunan yang sangat melimpah per hektar (ha). Antara lain seperti jerami padi menghasilkan delapan ton, limbah jagung, dan limbah kelapa sawit. Sayangnya, pemanfaatannya selama ini belum optimal. Prof Herry menjelaskan bahwa jerami hanya memiliki kandungan protein sekitar tiga hingga empat persen saja. Sehingga, peternak perlu untuk mencampurnya dengan limbah kelapa sawit yang memiliki protein lebih tinggi, yakni mencapai 16 persen.聽

Menurutnya, Limbah sawit memang emas melimpah tersimpan di bumi Manokwari. Selain itu, bahan ini mempunyai kadar protein dan lemak yang sangat tinggi sehingga bagus untuk ruminansia penggemukkan sapi yang jumlahnya ribuan. Ia mengaku bahwa limbah kelapa sawit sangat potensial untuk dijadikan pakan ternak. 鈥淧enggunaan pakan fermentasi berbasis limbah sawit dalam porsi yang tepat dapat menghemat biaya operasional peternakan secara profesional.

Prof Herry berharap pendampingan ini tidak hanya menjadi solusi teknis sesaat saja, melainkan mampu menanamkan fondasi kemandirian yang berkelanjutan bagi para peternak transmigran dan masyarakat Papua di Manokwari. Menurutnya, kesejahteraan peternak yang meningkat adalah bentuk nyata dari ketahanan pangan bangsa Indonesia. 

鈥淜ami sangat berharap bahwa integrasi antara perbaikan nutrisi pakan melalui limbah lokal dan penerapan teknologi reproduksi tepat guna ini dapat meminimalisir gangguan reproduksi sapi, menekan angka kematian pedet, serta melonjakkan populasi sapi Bali secara signifikan, tidak perlu impor dari australia鈥 dan Negara dengan motto gemah ripah loh jinawi sangatlah tepat pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT