Fenomena kecurangan (fraud) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN/SOEs) semakin menjadi ancaman serius bagi akuntabilitas publik, kualitas tata kelola, dan manajemen aset strategis nasional. Sebagai entitas hibrida yang harus menyeimbangkan tujuan komersial dan pelayanan publik, BUMN seringkali menghadapi kompleksitas tata kelola seperti intervensi politik dan struktur keagenan ganda yang memicu kerentanan terhadap kecurangan. Studi-studi sebelumnya telah menyoroti kerentanan struktural seperti lemahnya kontrol internal dan kurangnya transparansi, namun penelitian tersebut masih sangat terfragmentasi dalam berbagai disiplin ilmu. Kesenjangan penelitian dalam literatur saat ini adalah minimnya tinjauan sistematis yang mengintegrasikan secara komprehensif perspektif tata kelola, perilaku, dan teknologi dalam menganalisis risiko serta mekanisme pencegahan fraud di BUMN.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sintesis komprehensif dari literatur yang ada guna mengembangkan pemahaman terpadu tentang pendorong, mekanisme, dan strategi pencegahan fraud di BUMN. Data yang dikaji mencakup 60 artikel jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer-review dari database Scopus dan Web of Science. Pemilihan periode observasi dari tahun 2006 hingga 2025 sangat relevan karena mencakup masa awal munculnya wacana tata kelola BUMN hingga era transformasi digital terkini yang secara masif melibatkan teknologi dalam sistem deteksi kecurangan.
Secara teoritis, riset ini berkontribusi dengan mengembangkan kerangka tematik yang merangkum penelitian terdahulu ke dalam empat domain yang saling terkait, serta mengintegrasikan teori keagenan, model perilaku fraud, dan inovasi teknologi. Keterbaruan (novelty) dari kajian ini terletak pada pergeseran dari tinjauan tunggal, yang umumnya bias pada konteks perusahaan swasta di negara Barat,menuju pendekatan multidimensi yang secara khusus menangkap realitas institusional dan politis entitas negara. Secara praktis, studi ini memberikan panduan bagi pembuat kebijakan untuk merancang mekanisme anti-fraud yang lebih tanggap terhadap konteks operasional BUMN. Penelitian ini diformulasikan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana memetakan evolusi riset, mengidentifikasi mekanisme fraud yang dominan, serta menyoroti peluang maupun tantangan penelitian fraud di BUMN pada masa depan?
Metode Penelitian dan Hasil
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman protokol PRISMA yang ketat, mencakup tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga inklusi akhir. Analisis tematik kemudian diaplikasikan untuk mengelompokkan literatur secara sistematis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk fraud yang paling umum merugikan BUMN meliputi manipulasi laporan keuangan, kecurangan pengadaan barang/jasa, penyalahgunaan aset, serta korupsi dan kolusi. Riset ini juga memetakan empat tema dominan dalam literatur: (1) masalah tata kelola dan keagenan, (2) motivasi perilaku dan model fraud, (3) konteks institusional dan politik, serta (4) sistem audit, teknologi, dan pengendalian. Temuan mendalam menunjukkan bahwa konteks institusional dan politik merupakan pendorong kerentanan yang paling mendominasi di BUMN, sementara integrasi perspektif perilaku dan adopsi teknologi analitik data (big data, AI) masih sangat kurang terwakili dalam literatur, sehingga hal ini membuka peluang riset strategis dan pengembangan sistem di masa mendatang
Penulis: Iqbal Lhutfi, Unti Ludigdo, Yeney Widya Prihatiningtias, Iman Harymawan, dan Imran Haider
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





