UNAIR NEWS — Mahasiswa ¶«¾©ÈÈ melakukan observasi kegiatan outdoor learning bersama Kelompok Bermain At-Taqwa Surabaya di Taman Harmoni Keputih pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik beserta guru pendamping.
Kegiatan outdoor learning tersebut merupakan program rutin yang terselenggara satu hingga dua kali dalam setiap tahun ajaran, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan tema pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian anak, meningkatkan kemampuan sosialisasi, menumbuhkan keberanian beradaptasi di luar lingkungan kelas, serta membantu anak mengenal lingkungan sekitar secara langsung tanpa ketergantungan penuh kepada orang tua.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak untuk belajar melalui eksplorasi lingkungan taman, mengamati berbagai jenis tanaman, serta berinteraksi dengan hewan. Adapun kemudian mahasiswa turut berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan di lapangan, seperti membantu mengatur barisan saat kegiatan cuci tangan dan mendampingi anak-anak ketika berinteraksi langsung dengan kelinci di area taman. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa proses belajar anak usia dini tidak hanya berlangsung melalui instruksi verbal, tetapi juga melalui pengalaman konkret yang melibatkan lingkungan sekitar.
Guru KB At-Taqwa juga menyampaikan bahwa anak-anak cenderung menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi ketika mengikuti pembelajaran di luar ruangan. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan aktif anak selama kegiatan berlangsung. Pembelajaran di luar kelas memberikan kesempatan kepada anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret melalui pengamatan dan interaksi langsung dengan lingkungan sekitarnya.
Dari sisi pola interaksi, guru juga tampak menerapkan pendekatan komunikasi yang efektif. Guru menjaga intonasi suara tetap tenang, melakukan kontak mata, dan menyesuaikan posisi tubuh sejajar dengan anak saat berbicara. Selama observasi, tidak terlihat penggunaan bentakan maupun pelabelan negatif. Sebaliknya, anak-anak diarahkan melalui bimbingan yang sabar, konsisten, dan penuh keteladanan. Pendekatan ini penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman secara emosional bagi anak usia dini.
Jika dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, kegiatan ini memiliki relevansi yang cukup jelas. Pada SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, outdoor learning mencerminkan praktik pembelajaran kontekstual yang mendorong partisipasi aktif, rasa ingin tahu, dan kemandirian anak. Sementara itu, pada SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, kegiatan ini mendukung tumbuh kembang anak secara holistik melalui aktivitas fisik, interaksi sosial yang positif, serta lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental anak.
Observasi ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Anak Usia Dini yang diampu oleh Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., Psikolog. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara lebih mendalam praktik pembelajaran PAUD di lapangan serta pentingnya menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Penulis: Fahmi Affan Nafi





