¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Penyakit Alzheimer Dan Penyakit Periodontal: Mengungkap Keterkaitannya Melalui Systematic Review Dan Meta-Analisis

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penyakit Alzheimer atau Alzheimer Disease (AD) adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan penumpukan peptida amiloid-β (Aβ), yang mengakibatkan terbentuknya plak neuritik dan kekusutan neurofibriler. Perubahan patologis ini terutama melibatkan lobus temporal medial dan neokorteks, yang menyebabkan penurunan kognitif progresif.Berdasarkan data Beban Penyakit Global, jumlah kasus AD dan demensia secara global meningkat dari 4,1 juta pada tahun 1992 menjadi 9,8 juta pada tahun 2021 dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor risiko multifaktorial dan mekanisme yang mendasarinya yang berkontribusi terhadap penyakit Alzheimer sangat penting untuk mengatasi beban global yang terus meningkat ini.

Penyakit Alzheimer (AD) bersifat multifaktorial, melibatkan interaksi antara perubahan protein, neuroinflamasi, vaskular, dan faktor lingkungan atau genetik. Faktor genetik berkontribusi secara signifikan terhadap risiko pengembangan AD, diperkirakan mencapai 60–80%, dengan gen apolipoprotein E (ApoE) menunjukkan korelasi terkuat dengan penyakit ini.3Selain itu, faktor risiko yang teridentifikasi meliputi usia, cedera otak traumatis, faktor kardiometabolik, merokok, tingkat pendidikan, konsumsi alkohol, dan depresi.Dalam konteks multifaktorial ini, penyakit mulut juga dianggap sebagai faktor risiko tambahan yang berpotensi berkontribusi pada perkembangan AD (dermatitis atopik).

Penyakit periodontal (PD) adalah salah satu penyakit mulut yang paling umum, ditandai dengan kondisi peradangan yang terus-menerus dan degradasi progresif jaringan pendukung gigi, yang terutama timbul dari disbiosis mikroba mulut dan respons peradangan tubuh.Sampai saat ini, penyakit Parkinson masih menjadi beban kesehatan global, dengan lebih dari satu miliar kasus pada tahun 2019 dan diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang.Meskipun penyakit ini sering diabaikan, beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara PD dan berbagai kondisi sistemik yang merugikan. Oleh karena itu, PD merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus karena potensinya sebagai penyebab peradangan kronis sistemik.

Bukti yang muncul menunjukkan bahwa PD dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya AD melalui induksi peradangan oleh bakteri periodontal. Hubungan ini memiliki dasar biologis yang kuat, terutama melalui jalur respons inflamasi sistemik dan invasi patogen spesifik.Penyakit periodontal (PD), khususnya pada tahap periodontitis, dianggap sebagai infeksi kronis tingkat rendah yang terus-menerus melepaskan mediator pro-inflamasi ke dalam sirkulasi sistemik.Peningkatan beban inflamasi sistemik ini diperkirakan dapat menembus sawar darah-otak (BBB), memicu atau memperburuk kondisi neuroinflamasi kronis di dalam sistem saraf pusat (SSP), yang merupakan ciri khas patogenesis penyakit Alzheimer (AD).Oleh karena itu, hubungan antara PD sebagai sumber infeksi kronis dan AD sebagai gangguan neuroinflamasi kronis memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Meskipun secara biologis sangat masuk akal, bukti klinis observasional mengenai hubungan antara PD dan AD menunjukkan inkonsistensi yang signifikan.Oleh karena itu, evaluasi kritis dan sintesis kuantitatif dari bukti yang tersedia sangatlah penting.

Penulis : Anis Irmawati.

Artikel ini bisa diakses di :

ScienceDirect.

Revista Clínica Española

Journal homepage:

Published by Elsevier España, S.L.U.

AKSES CEPAT