东京热

东京热 Official Website

Mahasiswa UNAIR Jadi Delegasi UBD-AUN Summer Camp 2026 di Brunei

Tsabita Fatimah Arif (kiri) dan Relovi Kayla Maharani (kanan) dalam program UBD鈥揂UN Summer Camp 2026 di Brunei Darussalam. (Foto : istimewa)
Tsabita Fatimah Arif (kiri) dan Relovi Kayla Maharani (kanan) dalam program UBD鈥揂UN Summer Camp 2026 di Brunei Darussalam. (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Kesempatan belajar di lingkungan internasional berhasil diraih oleh dua mahasiswa 东京热 (UNAIR), Tsabita Fatimah Arif dari dan Relovi Kayla Maharani dari , lolos sebagai delegasi UBD鈥揂UN Summer Camp 2026 di Brunei Darussalam. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai isu global.

Program itu berlangsung pada (1-10/7/2026) yang diselenggarakan oleh Universiti Brunei Darussalam (UBD) bekerja sama dengan ASEAN University Network (AUN). Melalui tema Tides of Tomorrow: Reimagining Coastal Cities, para peserta mempelajari isu pembangunan kota pesisir yang berkelanjutan melalui rangkaian kuliah, diskusi, hingga pertukaran budaya.

Tsabita mengungkapkan bahwa ia mendapatkan informasi tersebut melalui laman . Ia rutin memantau dan mencari berbagai peluang program internasional. 

鈥淪ebelum mendaftar, kami memastikan dokumen seperti sertifikat ELPT, paspor, hingga surat rekomendasi yang sudah dipersiapkan sejak awal. Dengan begitu, ketika kesempatan datang, proses pendaftaran bisa dilakukan tanpa terburu-buru,鈥 ujarnya.

Selain melengkapi dokumen administrasi, keduanya juga mempersiapkan mental untuk beradaptasi dengan keberagaman budaya baru dan berkomitmen membangun relasi dengan peserta dari berbagai negara.

Sesi foto bersama delegasi indonesia dalam program UBD鈥揂UN Summer Camp 2026 di Brunei Darussalam. (Foto: Istimewa)

Selama mengikuti program, mereka menjalani berbagai kegiatan akademik dan proyek kelompok. Adapun topik yang dipelajari meliputi marine biodiversity, blue economy, blue urbanism, hingga konservasi pesisir di tengah perubahan iklim.

Lovi mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memperluas wawasannya mengenai hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. 鈥淪alah satu sesi yang paling berkesan bagi saya adalah pembahasan tentang Tropical Biodiversity and Conservation in Changing Climate. Kami belajar bagaimana biodiversitas dapat menjadi inspirasi inovasi teknologi melalui konsep bioinspiration sehingga semakin memotivasi saya untuk mengembangkan teknologi yang mendukung konservasi,鈥 tuturnya.

Selain kegiatan akademik, para peserta juga mengikuti cultural excursion dan menjelajahi Bandar Seri Begawan. Suasana Brunei yang tenang dan interaksi seru dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi pengalaman dalam menambah wawasan dan perspektif baru.

Lovi mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar di tingkat internasional. 鈥淛angan takut keluar dari zona nyaman. Pengalaman internasional mengajarkan kita memahami budaya yang berbeda, memperluas perspektif global, dan membentuk diri menjadi pribadi yang lebih adaptif,鈥 ujarnya.

Sementara itu, Tsabita berpesan agar mahasiswa mempersiapkan persyaratan sejak dini dan tidak menyerah apabila belum berhasil pada kesempatan pertama. Menurutnya, setiap proses dan kegagalan merupakan bekal untuk meraih peluang yang lebih baik di masa depan.

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT