东京热

东京热 Official Website

Berani Mengubah Nasib, Alumni FKM Sukses Bangun Bisnis Peternakan Beromzet 250 Juta Per Bulan

Rohmat Ansori SKM alumni program studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 东京热 (UNAIR) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Keberanian meninggalkan zona nyaman, disertai perencanaan dan ketekunan, mengantarkan Rohmat Ansori SKM alumni program studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat () 东京热 (UNAIR) angkatan 2006, menjadi pengusaha peternakan ayam petelur. Melalui Ansori Farm, usaha yang dirintisnya sejak 1 Agustus 2018 tersebut kini mampu membukukan omzet sekitar Rp 250 juta per bulan.

Sebelum menekuni dunia usaha, Rohmat mengawali karier profesionalnya di Bank Mandiri pada 15 Juni 2011. Ia pertama kali bergabung sebagai pegawai kontrak dengan posisi Trade Service Assistant, yaitu bidang layanan yang berkaitan dengan transaksi perdagangan. Berkat kinerja dan dedikasinya, Rohmat kemudian diangkat menjadi pegawai tetap pada 1 Agustus 2013 dan tetap menjalankan posisi yang sama.

Setelah bekerja selama kurang lebih tujuh tahun, Rohmat mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tepat pada 1 Agustus 2018, ia memilih pensiun dini dari Bank Mandiri dan mulai membangun Ansori Farm.

Keputusan tersebut tidak diambil semata-mata karena ingin berganti pekerjaan. Rohmat memiliki tekad kuat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga sekaligus memperoleh kebebasan finansial dan keleluasaan dalam mengatur waktu.

鈥淪aya keluar dari Bank Mandiri karena ingin mengubah nasib agar ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Saya ingin menambah pendapatan sehingga dapat memiliki kebebasan finansial dan waktu. Jika bekerja kepada orang lain, kita terikat oleh waktu, sedangkan dalam berwirausaha kita memiliki kesempatan lebih besar untuk mengelola waktu dan menentukan arah usaha sendiri,鈥 tutur Rohmat.

Kesuksesan Ansori Farm tidak diraih secara instan. Dalam menjalankan usaha peternakan ayam petelur, Rohmat menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberlanjutan bisnisnya. Menurutnya, terdapat tiga tantangan utama, yaitu kesehatan ayam yang berpengaruh langsung terhadap produksi telur, harga telur yang dapat turun di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), serta kenaikan harga pakan yang tidak selalu diikuti oleh kenaikan harga jual telur.

Untuk menjaga produktivitas, Rohmat memprioritaskan kesehatan ayam melalui pemeliharaan yang optimal. Sementara itu, sebagai langkah antisipasi terhadap fluktuasi harga telur dan pakan, ia menyiapkan dana cadangan yang dapat digunakan ketika usaha mengalami kerugian.

鈥淒alam usaha tentu selalu ada tantangan. Kesehatan ayam harus benar-benar dijaga karena akan memengaruhi jumlah produksi telur. Ketika harga telur turun di bawah HPP atau harga pakan meningkat tanpa diimbangi kenaikan harga telur, usaha dapat mengalami kerugian. Karena itu, saya selalu berusaha menjaga kesehatan ternak dan menyiapkan dana cadangan,鈥 jelasnya.

Rohmat mengakui bahwa dirinya pernah berada dalam kondisi yang hampir membuat usahanya terpuruk. Pengalaman tersebut terjadi ketika ia terlalu berambisi mengembangkan usaha tanpa didukung perhitungan yang matang.

鈥淪aya belum pernah benar-benar jatuh dan semoga tidak pernah. Namun, saya pernah hampir jatuh karena terlalu ambisius mengembangkan usaha tanpa perhitungan yang matang. Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa keberanian harus tetap disertai kehati-hatian, evaluasi, dan pengelolaan risiko,鈥 ungkapnya.

Pengalaman tersebut justru menjadi titik pembelajaran penting. Rohmat semakin memahami bahwa pertumbuhan usaha harus dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan modal, kondisi pasar, biaya operasional, serta potensi risiko yang mungkin terjadi.

Pengembangan Ansori Farm tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Peternakan ayam petelur turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya melalui penyediaan telur sebagai salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan masyarakat.

Dari sisi ekonomi, usaha tersebut sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena memperkuat kewirausahaan dan aktivitas ekonomi produktif. Pengelolaan kesehatan ternak serta efisiensi penggunaan pakan juga relevan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama dalam mendorong praktik produksi pangan yang berkelanjutan.

Latar belakang pendidikan Kesehatan Masyarakat turut membentuk cara Rohmat memandang usahanya. Peternakan bukan hanya tentang menghasilkan keuntungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan ternak, keamanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, pengelolaan risiko, dan keberlanjutan usaha.

Kisah Rohmat menunjukkan bahwa alumni kesehatan masyarakat memiliki peluang berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk kewirausahaan dan sektor pangan. Kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dapat dikembangkan secara luas untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi.

Kepada mahasiswa dan generasi muda yang bercita-cita menjadi pengusaha, Rohmat berpesan agar mereka mempersiapkan rencana usaha dengan baik. Namun, menurutnya, rencana yang matang harus dilanjutkan dengan keberanian mengambil langkah pertama.

鈥淧erencanaan sebelum membangun usaha itu penting, tetapi yang lebih penting adalah berani memulai usaha itu sendiri. Jangan hanya berhenti pada rencana. Mulailah, terus belajar, lakukan evaluasi, dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,鈥 pesannya.

Perjalanan Rohmat Ansori dari seorang pegawai perbankan menjadi pemilik peternakan ayam petelur beromzet ratusan juta rupiah per bulan menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Dengan ketekunan, pengelolaan risiko, dan kemauan untuk terus belajar, ia berhasil mengembangkan Ansori Farm menjadi usaha yang produktif sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi.

Kisah tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan alumni FKM UNAIR untuk tidak membatasi bidang pengabdian dan kariernya. Alumni kesehatan masyarakat dapat berkiprah sebagai akademisi, praktisi, profesional, maupun wirausahawan yang menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Muthmainnah

AKSES CEPAT