东京热

东京热 Official Website

Kinerja ESG dan nilai perusahaan: inovasi hijau sebagai variabel mediator (bukti dari Indonesia)

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penelitian ini mengkaji hubungan antara ESG performance, green innovation, dan firm value pada perusahaan publik di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana kinerja ESG dapat mendorong inovasi hijau serta bagaimana inovasi tersebut memengaruhi nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini menguji peran green innovation sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara ESG performance dan firm value. Teori yang digunakana dalam penelitian ini adalah kombinasi Resource Based View (RBV), Stakeholder Theory, dan Legitimacy Theory yang menjelaskan bahwa perusahaan yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya akan memperoleh keunggulan kompetitif, legitimasi sosial, serta dukungan dari para pemangku kepentingan.

Metode penelitian menggunakan data perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan total 384 observasi perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear pada Stata 17 dan pengujian mediasi menggunakan Hayes Process. ESG performance diukur menggunakan skor ESG, sedangkan green innovation diproksikan menggunakan indikator inovasi hijau Perusahaan, baik itu product maupun process green innovation. Penelitian juga memasukkan beberapa variabel kontrol, yaitu institutional ownership, firm size, firm age, leverage, dan board size untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Selain itu, penelitian melakukan serangkaian robustness tests, termasuk mengganti proksi green innovation dengan logaritma pengeluaran R&D serta mengganti ESG performance dengan ESG disclosure dari Bloomberg untuk memastikan konsistensi hasil penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG performance berpengaruh positif dan signifikan terhadap firm value serta berpengaruh positif terhadap green innovation. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan kinerja ESG yang lebih baik cenderung lebih aktif melakukan inovasi ramah lingkungan dan memperoleh apresiasi positif dari pasar. Namun demikian, penelitian menemukan hasil yang menarik, yaitu green innovation justru berpengaruh negatif terhadap firm value. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar masih memandang investasi inovasi hijau sebagai beban biaya dalam jangka pendek sehingga manfaat ekonominya belum sepenuhnya tercermin dalam nilai perusahaan.

Kontribusi utama penelitian ini terletak pada keberhasilannya membuktikan bahwa green innovation berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara ESG performance dan firm value. Hasil analisis mediasi menunjukkan adanya pengaruh tidak langsung yang negatif dan signifikan, sehingga mengindikasikan bahwa meskipun ESG performance meningkatkan nilai perusahaan secara langsung, proses implementasi green innovation memerlukan investasi yang besar dan belum memberikan manfaat finansial yang segera dirasakan oleh investor. Temuan ini memperkaya literatur sebelumnya yang umumnya hanya menguji hubungan langsung antara ESG, green innovation, dan firm value, tanpa mengeksplorasi mekanisme mediasi yang menghubungkan ketiga variabel tersebut, khususnya pada konteks negara berkembang seperti Indonesia.

Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif keberlanjutan dan inovasi melalui pengujian green innovation sebagai mekanisme mediasi antara ESG performance dan firm value, serta penggunaan berbagai pengujian robust yang menunjukkan konsistensi hasil penelitian. Temuan bahwa green innovation menurunkan firm value dalam jangka pendek, bahkan setelah dilakukan pengujian time lag hingga dua tahun ke depan, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan teori RBV, Stakeholder Theory, dan Legitimacy Theory. Penelitian ini memberikan masukan bagi manajemen perusahaan bahwa investasi pada inovasi hijau perlu dipandang sebagai strategi jangka panjang yang membutuhkan periode pematangan sebelum menghasilkan manfaat ekonomi yang optimal. Bagi regulator dan investor, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya membangun ekosistem pasar yang lebih menghargai investasi keberlanjutan agar perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada penciptaan nilai berkelanjutan dalam jangka panjang.

Penulis : Cecilia Engko & Alfa Rahmiati

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https ://doi.org/10.1108/IJIS-04-2025-0190

AKSES CEPAT