UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) terus memperkuat langkah transformasi kelembagaan melalui evaluasi kinerja dan penyusunan strategi berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dalam Rapat Pimpinan Triwulan II yang berlangsung di Yogyakarta pada Jumat (24/7/2026). Forum strategis itu menjadi ruang refleksi atas capaian kinerja sekaligus penguatan sinergi seluruh pimpinan dalam menjaga laju transformasi UNAIR menuju world-class entrepreneurial university.
Rapat dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, Ketua Majelis Wali Amanat UNAIR Prof Dr H Nursalam MNurs (Hons), para wakil rektor dan sekretaris universitas, para dekan dan wakil dekan, direktur direktorat, serta ketua pusat dan lembaga di lingkungan UNAIR. Agenda bermula dengan pemaparan capaian kinerja Triwulan II oleh Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UNAIR Prof Dr Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) PhD, kemudian berlanjut dengan sharing session bersama Deputi Sumber Daya Iptek (SDMI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (), Prof Edy Giri Rachman Putra PhD.
Dalam arahannya, Rektor UNAIR Prof Madyan menegaskan bahwa capaian yang telah universitas raih merupakan hasil kontribusi kolektif seluruh sivitas akademika. Karena itu, ia mengajak seluruh pimpinan untuk terus menjaga semangat kolaborasi, memperkuat inovasi, dan meningkatkan kualitas layanan akademik maupun non akademik agar performa institusi terus bertumbuh.
Menurutnya, tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kepemimpinan yang adaptif serta budaya kerja yang berorientasi pada dampak. “Saya mengajak seluruh pimpinan dan staf untuk terus memberikan kontribusi positif sesuai bidang masing-masing. Konsistensi dalam bekerja, berinovasi, dan berkolaborasi menjadi kunci agar UNAIR terus menjaga performanya. Selain itu, semakin mantap mencapai world-class entrepreneurial university,” ungkapnya.
Capaian Triwulan II Perkuat Reputasi Global UNAIR
Pada sesi presentasi, Prof Dian Ekowati memaparkan bahwa berbagai indikator kinerja UNAIR sepanjang Triwulan II menunjukkan tren yang positif. Ia menyebut reputasi global UNAIR saat ini telah berada pada level yang sangat baik, didukung capaian Sistem Empowering Decision for Growth and Excellence – Strategic Performance Management System (EDGE SPMS) yang telah melampaui 50 persen serta peningkatan berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU).

Prof Dian juga menyoroti keberhasilan UNAIR dalam berbagai pemeringkatan internasional. Di bidang keberlanjutan, UNAIR menempati peringkat 15 dunia dan peringkat pertama di Indonesia pada THE Impact Rankings. UNAIR sekaligus, meraih posisi terbaik nasional pada beberapa indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 1 (No Poverty), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), serta SDG 13 (Climate Action). Sementara itu, pada pemeringkatan QS World University Rankings, UNAIR berhasil menempati posisi 276 dunia. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah indikator yang perlu mendapat penguatan. Untuk itu, strategi berikutnya akan berfokus pada penguatan riset dan inovasi, peningkatan engagement dengan mitra akademik global, serta perluasan kolaborasi riset berdampak bersama sektor industri.
Sinergi BRIN dan Perguruan Tinggi Perkuat Ekosistem Riset Nasional
Mengawali sesi berbagi, Prof Edy Giri Rachman Putra menegaskan bahwa BRIN hadir sebagai enabler dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional. Menurutnya, posisi Indonesia pada Indeks Inovasi Global menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. Namun, capaian tersebut perlu terus terjaga melalui penguatan ekosistem yang melibatkan pemerintah, lembaga riset, industri, dan perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Prof Edy menjelaskan bahwa BRIN tengah mengembangkan Program Desain Manajemen Talenta Nasional sebagai upaya membangun talenta riset dan inovasi yang komprehensif serta berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kontribusi aktif perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul. “Dengan penguatan talenta, dampak riset dan inovasi akan semakin besar bagi pembangunan nasional. Kami berharap sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi, termasuk 东京热, dapat terus kita perkuat. Sehingga, mampu melahirkan kolaborasi riset yang lebih berkualitas, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Ragil Kukuh Imanto





