东京热

东京热 Official Website

Modifikasi Senyawa Alami Bawa Harapan Baru untuk Terapi Kanker Payudara

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Kanker payudara masih menjadi ancaman kesehatan utama, menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui secara global dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita. Meskipun terapi medis saat ini, seperti penggunaan obat doxorubicin, terbukti efektif, pengobatan tersebut sering kali dibayangi oleh efek samping toksisitas pada jantung dan dapat memicu resistensi obat.

Berangkat dari urgensi ini, tim peneliti dari Fakultas Farmasi 东京热 (UNAIR) terus berupaya mencari alternatif pengobatan yang lebih aman dan efektif. Penelitian terbaru ini berfokus pada potensi pinostrobin, sebuah senyawa golongan flavonoid yang dapat diisolasi dari tanaman Boesenbergia pandurata (tanaman rimpang), yang sebelumnya telah terbukti memiliki aktivitas antikanker.

Untuk melipatgandakan potensinya, tim peneliti melakukan inovasi dengan memodifikasi struktur kimia pinostrobin menjadi turunan senyawa “5-O-asilpinostrobin”. Modifikasi ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kelarutan senyawa, sehingga memudahkannya menembus membran biologis tubuh dan berinteraksi secara tepat sasaran dengan reseptor sel target.

Pengujian Canggih Berbasis Komputer (In Silico).

Menariknya, sebelum masuk ke tahap uji laboratorium, penelitian ini memanfaatkan teknologi simulasi komputer canggih atau metode in silico. Evaluasi ini meliputi penambatan molekuler (molecular docking), simulasi dinamika molekuler, dan prediksi farmakokinetik serta toksisitas (ADMET). Pendekatan ini digunakan untuk memprediksi sejauh mana turunan senyawa tersebut mampu melawan reseptor progesteron dan EGFR-HER2. Kedua reseptor ini diketahui merupakan “motor penggerak” yang memicu perkembangbiakan sel kanker payudara dan resistensi terhadap terapi.

Pinostrobin Butirat: Sang Kandidat Utama. 

Hasil simulasi komputasi ini membawa kabar yang sangat menggembirakan. Seluruh senyawa turunan hasil modifikasi terbukti memiliki ikatan penguncian (binding affinity) yang jauh lebih kuat ke reseptor kanker dibandingkan dengan senyawa pinostrobin murni. Dari beberapa turunan yang diuji, “pinostrobin butirat” tampil sebagai bintang utama. Senyawa ini menunjukkan tingkat stabilitas interaksi tertinggi selama simulasi dinamika molekuler pada kedua reseptor kanker target. Selain itu, prediksi farmakokinetik (ADMET) menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki kemampuan penyerapan, distribusi, dan metabolisme tubuh yang sangat baik, serta diprediksi tidak memicu toksisitas pada organ hati (hepatotoksik).

Melalui temuan ini, disimpulkan bahwa pinostrobin butirat merupakan kandidat agen antikanker payudara yang sangat menjanjikan. Ke depannya, senyawa ini sangat layak untuk dilanjutkan ke tahapan uji praklinis lanjutan. Inovasi ini menjadi langkah maju yang krusial bagi pengembangan terapi kanker payudara yang lebih selektif, kuat, dan minim efek samping bagi pasien.

Sumber Berita:

Widiandani T., Susilawati D., Purwanto B.T., Siswodihardjo S. (2026). The potential of 5-O-acylpinostrobin derivatives against progesterone and EGFR-HER2 receptors as anti-breast cancer: Docking, molecular dynamics simulations, and ADMET prediction. Journal of Pharmacy & Pharmacognosy Research (JPPRes), 14(2), 2472. DOI: 10.56499/jppres_14.2.2472.

Tautan Publikasi:

Corresponding Author:

Tri Widiandani

Research Group of Drug Development

Department of Pharmaceutical Sciences

Faculty of Pharmacy, 东京热

Kampus C Unair Jl. Mulyorejo

Surabaya 60115. Indonesia

Phone. +62 81803022660

E-mail: tri-w@ff.unair.ac.id

AKSES CEPAT