东京热

东京热 Official Website

BEM FIKKIA Dorong Digitalisasi Pemasaran Jamu Modern di Kampung Osing

Foto bersama sebagai simbol kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan UMKM jamu modern berbasis kearifan lokal (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 东京热 (UNAIR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Empowered Biodiversity Village di Desa Kemiren, Banyuwangi, pada Minggu (27/7/2026). Kegiatan yang menyasar anggota PKK tersebut berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam membangun branding serta pemasaran jamu modern berbasis potensi lokal Kampung Osing.

Program yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 5, 8, 15, dan 17 itu turut dihadiri Wakil Dekan I Bidang Akademik FIKKIA UNAIR, dr Ivan Rahmatullah, MPH PhD. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat sebagai upaya mengembangkan potensi desa melalui inovasi dan pemberdayaan.

鈥淢elalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat. Tetapi juga membantu meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu berkembang di era digital,鈥 ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BEM FIKKIA UNAIR berupaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengangkat potensi biodiversitas lokal sebagai produk bernilai tambah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan kekayaan hayati dan budaya Banyuwangi.

Ivan menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan. 鈥淒esa memiliki potensi yang sangat besar. Tugas perguruan tinggi adalah menghadirkan inovasi dan pendampingan agar potensi tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga identitas lokal,鈥 ungkapnya.

Ketua pelaksana, Dewi Roso Wulan, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu PKK, dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk jamu modern. Salah satu materi utama yang diberikan adalah edukasi pembuatan akun marketplace sebagai langkah awal memperluas jangkauan pasar.

“Kami berharap peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Tetapi juga memiliki keterampilan memasarkan produknya secara digital sehingga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas,” tutur Dewi.

Selain penyampaian materi, peserta diajak mengunjungi berbagai UMKM di Pasar Minggu Osing Kemiren. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung praktik pemasaran, pengemasan, hingga strategi pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.

Melalui Empowered Biodiversity Village, BEM FIKKIA UNAIR berharap masyarakat Desa Kemiren semakin siap menghadapi tantangan pemasaran di era digital. Program ini juga menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Penulis: Dheva Yudistira Maulana

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT