UNAIR NEWS 鈥 Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) 东京热 (UNAIR) membawa perubahan nyata bagi SDN Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, lewat program Aksi Sekolah Ramah Lingkungan (ASRI). Program ini menjadi salah satu mata acara unggulan dalam rangkaian pengabdian masyarakat bertajuk Ngabdi Rek! 2026, yang digelar selama dua hari berturut-turut pada Jumat (24-25/7/2026).
Ketua Pelaksana ASRI Razaqa Adira Zaidan Pasha, dari Program Studi n, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil survei awal tim di lokasi. Ia menyebut SDN Seloliman masih menyimpan sejumlah persoalan pada aspek kebersihan dan fasilitas sekolah yang perlu segera dibenahi.
鈥淧ada saat survei, kami melihat SDN Seloliman masih terdapat beberapa masalah, dilihat dari kebersihan dan fasilitas yang kurang dibenahi. Dari situ kami ingin membenahi dan melengkapi kembali aspek-aspek tersebut,鈥 ujar Zaidan.
Perbaiki yang Terbengkalai
Tim juga menemukan instalasi vertikultur yang sempat dibangun namun terbengkalai karena kekurangan botol sebagai media tanam. Cat tembok identitas sekolah juga sudah pudar, sementara program Adiwiyata sekolah seperti komposter dan biopori tidak lagi berfungsi maksimal.

Zaidan menjelaskan kegiatan sengaja dibagi dua hari agar setiap fokus dapat dikerjakan maksimal. 鈥淒ay 1 kami fokus menyicil pengecatan tembok dan membersihkan sampah plastik. Botol untuk vertikultur sudah kami siapkan bersama anak-anak lewat kegiatan Kreasi Daur Ceria sebelumnya, sehingga day 2 bisa fokus pada pembenahan fasilitas seperti vertikultur dan tabulampot,鈥 jelasnya.
Libatkan Siswa, Bukan Sekedar Jadi Penonton
Selama kegiatan berlangsung, tim turut menggandeng pihak sekolah agar siswa kelas 1 hingga 6 dapat berpartisipasi aktif. Menurut Zaidan, keterlibatan langsung siswa dalam menanam dan merawat tanaman menjadi bentuk pembelajaran interaktif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil karya mereka sendiri.
Dari sisi inovasi, tim memanfaatkan media daur ulang seperti botol bekas 600 ml, galon, dan ban bekas untuk instalasi penghijauan. 鈥淪ampah yang ada di sekitar sekolah sebenarnya masih memiliki manfaat, dibanding hanya dibuang dan dibakar. Kami ingin siswa tahu bahwa sampah bisa didaur ulang sekaligus meningkatkan estetika sekolah,鈥 tutur Zaidan.
Dari Kumuh ke Hijau dan Bersih
Program ASRI berhasil mengubah wajah SDN Seloliman dengan halaman yang semula dipenuhi sampah kini menjadi bersih, tembok identitas sekolah tampil lebih segar, dan instalasi vertikultur maupun tabulampot kembali hidup dengan tanaman hasil karya siswa sendiri.
Zaidan menilai capaian ini menunjukkan efektivitas dan ketercapaian target program yang sangat tinggi. 鈥淜ami melihat anak-anak sangat antusias menanam tanamannya sendiri. Ini sangat efektif dan sesuai dengan target dari tujuan ASRI,鈥 ungkap Zaidan.
Program ASRI turut mendukung dua poin Sustainable Development Goals (SDGs), yakni poin 11 tentang Sustainable Cities and Communities serta poin 13 mengenai Climate Action. Langkah kecil di SDN Seloliman ini diharapkan menjadi fondasi besar bagi budaya cinta lingkungan yang tumbuh berkelanjutan di generasi penerus.
Penulis: Azzaenab Maulida Ghina Asria
Editor: Yulia Rohmawati





