Periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis pada jaringan penyangga gigi yang dapat menyebabkan kerusakan ligamen periodontal, resorpsi tulang alveolar, mobilitas gigi, hingga kehilangan gigi. Salah satu tantangan utama dalam terapi periodontitis adalah mengendalikan inflamasi sekaligus merangsang regenerasi tulang alveolar secara efektif. Terapi antibiotik sistemik memang dapat membantu mengontrol infeksi dan inflamasi, tetapi penggunaannya dalam jangka panjang memiliki keterbatasan, termasuk risiko resistensi antibiotik dan efek samping sistemik.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di International Journal of Pharmaceutics 2026 ini, tim mengembangkan sistem penghantaran obat berbasis mikropartikel mengandung eritromisin. Eritromisin dipilih karena selain memiliki efek antimikroba, senyawa ini juga dilaporkan mampu mendukung regenerasi tulang melalui peningkatan ekspresi developmental endothelial locus-1 (DEL-1), yaitu protein yang berperan penting dalam regulasi inflamasi, aktivitas osteoblas, dan penghambatan resorpsi tulang oleh osteoklas.
Formulasi mikropartikel dikembangkan menggunakan polimer biodegradable, yaitu poly(lactic-co-glycolic acid) atau PLGA dan poly(lactic acid) atau PLA. Beberapa formulasi diuji, mulai dari SP0073-1 hingga SP0073-4. Dari seluruh formulasi tersebut, SP0073-4 menunjukkan karakteristik paling menjanjikan karena memiliki distribusi ukuran partikel yang lebih seragam, stabilitas yang baik, serta kemampuan pelepasan eritromisin secara lebih terkontrol. Sistem ini dirancang agar obat dapat diberikan langsung ke jaringan periodontal melalui satu kali injeksi pada daerah palatal, sehingga paparan obat dapat lebih terarah pada area target.
Pengujian dilakukan menggunakan model periodontitis pada mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi tunggal mikropartikel eritromisin mampu mengurangi kehilangan tulang alveolar akibat periodontitis. Formulasi SP0073-4 secara khusus mampu meningkatkan ekspresi gen yang berhubungan dengan pembentukan tulang, seperti Edil3, Bglap2, Sp7, dan Col5a1. Selain itu, terjadi peningkatan ekspresi DEL-1 dan osteokalsin pada jaringan periodontal, yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas osteogenik.
Secara histologis, mikropartikel eritromisin meningkatkan aktivitas alkaline phosphatase (ALP) sebagai penanda aktivitas osteoblas, sekaligus menurunkan aktivitas osteoklas yang ditandai melalui pewarnaan TRAP. Temuan ini menunjukkan bahwa efek regeneratif mikropartikel tidak hanya berasal dari pengendalian inflamasi, tetapi juga dari modulasi keseimbangan remodeling tulang, yaitu peningkatan pembentukan tulang dan penurunan resorpsi tulang.
Menariknya, hasil penelitian juga menunjukkan potensi formulasi ini pada model kehilangan tulang yang berhubungan dengan penuaan. SP0073-4 dilaporkan mampu mendorong pertumbuhan tulang pada mencit tua, meningkatkan mineralisasi, serta memperbaiki integritas jaringan periodontal. Dengan demikian, teknologi penghantaran obat berbasis mikropartikel ini berpotensi menjadi dasar pengembangan terapi periodontal regeneratif yang lebih lokal, efektif, dan minim paparan sistemik.
Penelitian ini menjadi kontribusi penting dosen FKG UNAIR dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi regeneratif di tingkat internasional. Melalui studi lanjut S3 di Niigata University, Jepang, keterlibatan akademisi FKG UNAIR dalam riset kolaboratif ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi Indonesia dalam menghasilkan inovasi berbasis ilmu biomedis dan teknologi farmasetika untuk menjawab tantangan klinis di bidang kesehatan gigi dan mulut.
Meskipun demikian, temuan ini masih berada pada tahap penelitian praklinis menggunakan model hewan dan kultur sel. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai keamanan, efektivitas, dosis optimal, serta kemungkinan penerapan klinis pada pasien periodontitis di masa depan.
Penulis: Meircurius Dwi Condro Surboyo
M.D.C Surboyo, P.M.E Fadhlallah, K. Sirisereephap, Y.S Yamada, M. Fang, M.Yamauchi, N. Yoshiba, K.Tabeta, Y.Terao, A.L Rosenkranz, T. Maeda, R. Takabatake, H. Miyaji, H. Takemoto, T. Maekawa. Single-dose intrapalatal injection of erythromycin-loaded microparticles mitigates periodontitis-induced alveolar bone loss and enhances bone regeneration. .





