东京热

东京热 Official Website

Matangkan Amunisi Lebih Awal, Sosialisasi KIM UNAIR Fokus Cetak Proposal Berkualitas

Sesi dokumentasi kegiatan (Foto: Dok. Dirmawa0

UNAIR NEWS – sukses menyelenggarakan sosialisasi Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) UNAIR Tahun 2026 pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan tersebut terlaksana melalui platform Zoom Meeting dengan melibatkan 700 lebih mahasiswa. Hadir pula dalam agenda tersebut, Dr Eko Supeno Drs MSi selaku Direktur Kemahasiswaan UNAIR untuk memberikan sambutan dan membuka acara. Kemudian, hadir pula Putu Aditya Ferdian Ariawantara, SIP MKP selaku Person in Charge (PIC) sekaligus pemateri sosialisasi KIM UNAIR 2026.

KIM merupakan program peningkatan kualitas kegiatan ilmiah mahasiswa di lingkungan 东京热. KIM hadir sebagai program penjaringan proposal terbaik dari mahasiswa UNAIR untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dapat memenuhi kualifikasi pendanaan hingga seleksi fase final PIMNAS. Adapun 

Dalam sambutannya, Dr Eko Supeno memberikan analogi menarik yang mengkorelasikan antara prestise olahraga sepak bola di kancah internasional dengan gengsi ajang PIMNAS di tingkat nasional.

鈥淣egara-negara luar rasanya kurang lengkap jika tidak mendapatkan medali dari cabang sepak bola. Begitu pula dengan mahasiswa, PKM PIMNAS itu adalah sepak bolanya kompetisi ataupun olimpiade mahasiswa tingkat nasional. Kurang afdol rasanya menjadi mahasiswa jika belum ikut merasakan atmosfer kompetisi tertinggi ini. Oleh karena itu, berdasarkan keputusan Rektor, 东京热 memberikan kebijakan pembebasan skripsi bagi mahasiswa-mahasiswa yang berhasil lolos hingga ke tahap pendanaan PKM,” tegas Dr Eko Supeno.

PIC KIM UNAIR 2026 memaparkan bahwa skema untuk program KIM menyesuaikan dengan skema PKM yang berlaku. Inti kegiatan tersebut meliputi sembilan bidang, yaitu PKM RE, PKM RSH, PKM K, PKM PM, PKM PI, PKM KC, PKM KI, PKM VGK, dan PKM GFT. Lebih lanjut, Putu menjelaskan bahwa jumlah mahasiswa dalam setiap tim adalah 3-5 orang dengan sasaran peserta merupakan mahasiswa S1/D4 yang berada pada semester 1, 3, 5, dan 7.

Putu juga mengingatkan para peserta bahwa sebuah ide yang brilian harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap aturan teknis penulisan. Ketaatan format menjadi salah satu indikator utama penentu kelolosan sebuah proposal sebelum melangkah ke tahap penilaian substansi yang lebih dalam.

鈥淜etaatan format menjadi hal yang sangat penting, karena ini menunjukkan kesiapan tim, kejelasan ide, dan disiplin akademik mereka. Meskipun substansinya sangat bagus, tetapi jika tim tidak taat terkait format yang ditentukan, maka akan susah untuk bisa tembus ke tahap PKM pendanaan. Oleh karena itu, mulai dari ajang KIM ini, mahasiswa diharapkan dapat belajar sungguh-sungguh untuk mematuhi pemformatan yang ada,鈥 jelas Putu.

Meskipun peluncuran panduan terkesan mendadak, pihak panitia optimis terhadap kapabilitas mahasiswa UNAIR. Langkah ini sengaja diambil agar para Ksatria Airlangga memiliki waktu persiapan yang jauh lebih panjang dan matang. Rangkaian agenda KIM UNAIR 2026 telah resmi dimulai sejak 19 Juni melalui peluncuran pedoman dan sosialisasi ke fakultas, yang sekaligus menandai dibukanya tahap penyusunan proposal. Mahasiswa diberikan waktu hingga 31 Juli untuk mengumpulkan karya terbaik mereka, sebelum memasuki fase seleksi administrasi dan substansi secara ketat sepanjang bulan Agustus. Para finalis terpilih akan diumumkan pada 31 Agustus untuk kemudian mengikuti presentasi final secara offline pada bulan September, hingga bermuara pada puncak penganugerahan atau Awarding KIM di bulan November.

Penulis: Ahmad Syaifiqul Mustaqim

AKSES CEPAT