东京热

东京热 Official Website

Kontribusi MAWACANA dan PMI Surabaya dalam Mendukung SDGs 11

Petugas PMI Kota Surabaya saat memandu peserta dalam praktik pengukuran tekanan darah (Foto: Tim MAWACANA)

UNAIR NEWS – Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM 东京热 sukses menggelar program kerja MAWACANA melalui agenda Training Member 3. Mengangkat tema besar “Aquatic First Aid & Hemostatic Control”, kegiatan yang berlangsung pada Minggu (21/06/2026) di Gedung Kuliah Bersama UNAIR ini menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya sebagai mitra narasumber utama.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Azahra Musyaary Annabhan Putri Gunarno selaku ketua MAWACANA 2026 kegiatan ini sejalan dengan komitmen global dalam mewujudkan SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Salah satu pilar penting dari kota yang berkelanjutan adalah tingkat kesiapsiagaan masyarakatnya dalam menghadapi situasi darurat medik maupun bencana. Kemitraan strategis ini dibuka dengan sambutan hangat dari Dr. Corie Indria Prasasti, S.K.M., M.Kes., selaku dosen pembimbing, yang menekankan pentingnya hilirisasi ilmu agar dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi melindungi komunitas sekitar.

Sebagai implementasi nyata dari pilar kota tangguh pada SDGs 11, tim PMI Kota Surabaya membekali para peserta dengan pemahaman mendasar mengenai penanganan medis darurat 鈥淧ertolongan pertama didefinisikan sebagai bantuan cepat bagi korban sakit atau kecelakaan dengan tiga tujuan esensial: menyelamatkan jiwa, mencegah kecacatan fatal, serta memberikan rasa nyaman guna menunjang proses penyembuhan medis selanjutnya鈥

Dokumentasi foto bersama Panitia MAWACANA usai kegiatan Training Member 3 bersama PMI Kota Surabaya (Foto: Tim MAWACANA)

Guna mewujudkan ketangguhan komunitas, penguasaan algoritma penilaian korban secara sistematis menjadi materi krusial yang diajarkan oleh PMI. Peserta dilatih menguasai prosedur D-R-C-C-A-B (Danger, Response, Call for Help, Circulation, Airway, Breathing), metode deteksi cedera fisik lewat P.L.N.B (Perubahan bentuk, Luka terbuka, Nyeri tekan, Bengkak), serta penggalian riwayat korban melalui akronim KOMPAK. Pengetahuan klinis dasar seperti pemantauan tanda vital dan metode penanganan pendarahan darurat menggunakan teknik TETI (Tekan luka, Elevasi, Tekan titik arteri, Imobilisasi) dipraktikkan secara komprehensif.

Selain SDGs 11, sinergi edukasi ini turut memberikan dampak luas terhadap capaian tujuan global lainnya, seperti SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penurunan risiko fatalitas cedera, SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat pelatihan kebencanaan yang inklusif, serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dalam konteks adaptasi risiko bencana.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta tidak hanya menerima teori, melainkan juga melakukan praktik langsung untuk menangani orang yang mengalami luka, mulai dari penanganan luka ringan hingga simulasi kondisi luka berat. Melalui pembekalan Training Member 3 MAWACANA ini bersama PMI Kota Surabaya berhasil mencetak generasi mahasiswa tangguh yang siap menjadi penolong pertama yang sigap dan bermanfaat di lingkungan masyarakat luas.聽

Penulis: Mawacana FKM UNAIR

AKSES CEPAT