UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan 东京热 (UNAIR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tirem, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. Mereka memberikan edukasi mengenai sediaan obat khusus dan pemeriksaan tekanan darah gratis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai bentuk sediaan obat yang belum banyak dikenal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi awal penyakit tidak menular.
Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat Desa Tirem dari berbagai kelompok usia. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya memperoleh informasi baru mengenai penggunaan obat yang tepat, tetapi juga semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya.
Upaya Deteksi Dini
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan tekanan darah (tensi) secara gratis yang terbuka bagi seluruh peserta. Pemeriksaan ini bertujuan membantu masyarakat mengetahui kondisi tekanan darah mereka sejak dini. Mengingat hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala tetapi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal apabila tidak dikendalikan.
Selain memperoleh hasil pemeriksaan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai arti hasil pengukuran tekanan darah serta edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal melalui pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, membatasi konsumsi garam, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Mengenalkan Berbagai Sediaan Obat Khusus kepada Masyarakat
Kegiatan berlanjut dengan edukasi mengenai sediaan obat khusus menggunakan media papan edukasi yang agar masyarakat mudah memahami. Materi berfokus pada pengenalan tiga bentuk sediaan obat yang masih relatif asing bagi sebagian masyarakat, yaitu transdermal, inhalasi, dan implan.
Pemateri, Safirah Anggraini Shevputri, menjelaskan bahwa setiap bentuk sediaan obat dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi pasien, mekanisme kerja obat, serta tujuan terapi yang ingin dicapai. Oleh karena itu, tidak semua obat diberikan dalam bentuk yang diminum.
“Masih banyak di antara beberapa masyrakat yang beranggapan bahwa obat hanya tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup. Melalui edukasi ini, kami ingin memperkenalkan berbagai bentuk sediaan obat beserta cara penggunaannya agar masyarakat lebih memahami alasan pemilihan suatu terapi dan semakin bijak dalam menggunakan obat sesuai anjuran tenaga kesehatan,” ujar Safirah saat menyampaikan materi.
Masyarakat Antusias Mengenal Sediaan Transdermal, Inhalasi, dan Implan
Dalam sesi edukasi, masyarakat diperkenalkan dengan sediaan transdermal, yaitu obat yang digunakan dengan cara ditempelkan pada permukaan kulit menggunakan patch atau plester khusus sehingga zat aktif dapat diserap secara perlahan ke dalam aliran darah.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai sediaan inhalasi, yaitu obat yang digunakan melalui proses penghirupan agar dapat bekerja langsung pada saluran pernapasan. Selain itu, masyarakat dikenalkan dengan sediaan implan, yaitu sediaan obat berukuran kecil yang dipasang di bawah kulit dan mampu melepaskan zat aktif secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.
Selama penyampaian materi, masyarakat tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Banyak peserta mengajukan pertanyaan mengenai bentuk-bentuk obat yang pernah mereka temui saat berobat maupun alasan mengapa suatu penyakit memerlukan bentuk sediaan obat tertentu. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai sediaan obat masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Mendorong Penggunaan Obat yang Tepat dan Kesadaran Menjaga Kesehatan
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi 东京热 berharap masyarakat Desa Tirem semakin memahami bahwa setiap bentuk sediaan obat memiliki fungsi, cara penggunaan, dan tujuan terapi yang berbeda. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung penggunaan obat yang lebih aman, efektif, dan rasional sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Di sisi lain, pemeriksaan tekanan darah gratis yang diberikan selama kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Dengan mengombinasikan edukasi kesehatan dan pemeriksaan sederhana, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan literasi masyarakat di Desa Tirem.
Penulis: Safirah Anggraini Shevputri





