UNAIR NEWS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam () ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) kembali menorehkan jejak petualangannya. Melalui Divisi Susur Gua (Caving), WANALA UNAIR sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Lanjut (Pendidikan Intermediate) bertajuk “SUATALARAYA (Susur Gua Talaraya)”.
Kegiatan eksplorasi dan pemantapan materi ini berlangsung selama empat hari. Terhitung sejak Jumat (19/6/2026) hingga Senin (22/6/2026). Pelaksanaan kegiatan bertempat di kawasan karst Desa Ngepoh, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Berpusat di Base Camp Rumah Pak Man, Desa Ngepoh, kegiatan ini diikuti oleh tiga peserta tangguh dari angkatan Diklatsar 47. Yitu Amira Khairina, Bima Ardhia Vardhan, dan Keysha Aprilia Putri. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tim pendukung yang terdiri dari Syafika Dewi Lailya, Jaisyul’Usrah, Huwayda Erza Shafalini, serta Muhammad Nur Khamim.
Uji Fisik dan Teknik di Gua Manten dan Gua Wardi
Dalam kegiatan SUATALARAYA ini, tim Divisi Susur Gua memfokuskan eksplorasi pada dua gua vertikal yang memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan berbeda, yakni Gua Manten dan Gua Wardi.
Selama berada di kedalaman gua, para peserta tidak hanya dituntut untuk menaklukkan medan. Melainkan juga harus mengaplikasikan berbagai materi teknis yang telah dipelajari. Materi tersebut meliputi Advance Rope Control (ARC) atau teknik menggunakan tali tunggal, teknik Rescue (penyelamatan darurat) di dalam gua, Biospeleologi (pendataan dan penelitian fauna gua), hingga Cave Photography (fotografi gua).
Bima Ardhia Vardhan, salah satu peserta SUATALARAYA, membagikan pengalaman menantangnya selama menyusuri perut bumi Tulungagung. Di Gua Manten, para peserta diuji kemampuannya untuk melewati medan yang sangat sempit bernama “lubang cacing”.
“Di Gua Manten, kami harus merayap berbaring melewati lubang cacing dan mempraktikkan langsung bagaimana membuat anchor (titik pengaman) yang aman di beberapa turunan vertikal (pitch). Sementara itu, Gua Wardi memberikan tantangan medan yang jauh lebih ekstrem, megah, dan meluncur deras ke bawah. Di setiap manuver, kami belajar tentang manajemen risiko dan orientasi medan,” ungkap Bima.
Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Tidak sekadar melatih fisik, kegiatan Pendidikan Intermediate ini juga dirancang untuk melatih mental, kedisiplinan, pengambilan keputusan (decision making), serta kerja sama tim yang solid (teamwork) dalam kondisi ruang yang minim cahaya dan oksigen.
Keberhasilan penyelenggaraan SUATALARAYA ini harapannya dapat melahirkan generasi penerus WANALA UNAIR yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis susur gua yang mumpuni. Melainkan juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi terhadap kelestarian alam. Khususnya ekosistem kawasan karst di Indonesia.
Penulis: Keysha Aprilia Putri





