UNAIR NEWS – SCOLAH-UNAIR Mengajar melalui Departemen Social Empowerment and Development menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Joy On The Street (JOTS) Volume 1. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Dapuan Baru RW 5, Kelurahan Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, pada Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema Beyond The Street: Merakit Ilmu dan Tawa di Setiap Sudut Kota Surabaya dengan subtema Caps to Cute: Dari Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci, aksi sosial ini menyasar anak-anak usia 6 hingga 12 tahun di kawasan tersebut.
Edukasi Pemilahan Sampah Sejak Dini
PIC JOTS Vol. 1, Andi Marcella Caya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda sejak dini melalui pendekatan yang interaktif.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar tahu teori menjaga lingkungan, tetapi juga bisa mempraktikkannya langsung lewat kreativitas. Melalui pemilahan sampah dan pembuatan kerajinan ini, mereka belajar bahwa barang bekas pun masih memiliki nilai manfaat,” ujar Marcella.
Dalam sesi edukasi, anak-anak diajarkan untuk mengenali sekaligus membedakan antara sampah organik dan non-organik. Setelah pemaparan materi, para peserta langsung diajak memanfaatkan limbah tutup botol plastik untuk dirangkai menjadi gantungan kunci yang menarik.
Apresiasi dan Dukungan Warga Setempat
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari stakeholder setempat. Perwakilan warga Kelurahan Krembangan Utara, Sunarmi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa ¶«¾©ÈÈ ini.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di sini. Mereka jadi punya kegiatan positif di hari libur, sekaligus belajar peduli pada kebersihan lingkungan sekitar. Kami berharap program seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap Sunarmi.
Melalui JOTS Volume 1, SCOLAH-UNAIR Mengajar berharap dapat mendorong anak-anak di Kota Surabaya untuk menjadi agen perubahan yang lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas, sekaligus menumbuhkan kepedulian yang berkelanjutan terhadap kelestarian lingkungan.
Penulis: Departemen Social Empowerment & Development, SCOLAH-UNAIR Mengajar





