UNAIR NEWS – Bangkitkan potensi sebarkan inspirasi. Keyakinan tersebut berhasil membawa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 东京热 (UNAIR) meraih juara I dalam perlombaan Economic Case Competition dan Pemilihan Duta Ekonomi Kreatif Jawa Timur 2025 pada Rabu (24/6/2026) di Aula Ponco Waliko Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Tim Ekuilibrium UNAIR beranggotakan Hidayah Nur Valentine, Kirana Wilda Amalia, dan Kayla Garnetha Natania. Bersama, mereka mewujudkan tujuan dari perlombaan ini yaitu mencari generasi muda yang memiliki peran penting dalam membawa perubahan memberdayakan ekonomi kreatif lokal dan mengangkat budaya daerah lewat karya dan inovasi.
Dorong Generasi Muda Berdayakan Ekonomi Kreatif Lokal
Sesuai dengan tema lomba Transformasi Struktur Ekonomi Indonesia di Era Digital, Hilirisasi, dan Ketahanan Sumber Daya untuk Mewujudkan Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan, mereka mengusung program advokasi bernama ECONOVA. nama tersebut memiliki kepanjangan dari Economic & Creative Innovation for Local Empowerment.
鈥淓CONOVA adalah program advokasi yang bertujuan untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam mendukung pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif lokal di Jawa Timur. Melalui pendekatan digital, kolaboratif, dan edukatif, program ini mendorong anak muda untuk mengenal, mempromosikan, dan berinovasi bersama pelaku usaha lokal,鈥 ujar Valen selaku ketua tim.
Perjalanan Tim Ekuilibrium
Lomba ini terdiri dari tiga tahapan, mulai dari babak penyisihan essay, semifinal, dan final. Pada babak penyisihan, mereka membawakan Karya Tulis Ilmiah (KTI) tentang urgensi pembiayaan UMKM dengan memanfaatkan instrumen islam yaitu wakaf produktif.
鈥淧ada babak final, kami mempresentasikan solusi kami dari babak semifinal melalui studi kasus tertulis mengenai program pemerintah Asta Cita dan memilih program yang paling berdampak dari empat urgensi transformasi terhadap QRIS internasional, hilirisasi motor listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan pengembangan agromaritim,鈥 ujar Kirana.
Tim Ekuilibrium menjawab studi kasus tersebut dari tiga sudut pandang, yaitu pemerintah, bisnis, dan masyarakat. 鈥淜ami memaparkan dari sudut pandang pemerintah, bahwa KUR adalah program paling efektif karena telah dilaksanakan dalam beberapa persen terkait kredit usaha rakyat dan telah membantu modal kerja terhadap investasi UMKM,鈥 jelas Kirana.
Kirana berharap, melalui inovasi yang telah mereka kembangkan dapat menjadi pengingat untuk lebih aware dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah. Tim Ekuilibrium juga berharap inovasi mereka dapat menjadi semangat untuk terus berkontribusi melalui inovasi dan pemberdayaan ekonomi.
鈥淜ita sebagai generasi muda sudah seharusnya terus menciptakan inovasi melalui die-ide yang kita gagas sehingga dapat membangkitkan potensi serta menyebarkan inspirasi,鈥 ujar Kirana.
Penulis: Fauziah Kandela
Editor: Khefti Al Mawalia





