¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Kolaborasi UNAIR-BI Kuatkan UMKM Perempuan ‘Aisyiyah Sidoarjo lewat Keuangan Syariah dan Pemasaran Beretika

Pemberdayaan UMKM Perempuan Binaan ‘Aisyiyah Sidoarjo Melalui Keuangan Syariah dan Pemasaran Berbasis Etika Islam (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) bersama pelaku UMKM perempuan binaan ‘Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo melakukan pengabdian masyarakat dengan topik “Pemberdayaan UMKM Perempuan Binaan ‘Aisyiyah Sidoarjo Melalui Keuangan Syariah dan Pemasaran Berbasis Etika Islam”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (19/8/2026) di Kantor Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sidoarjo, Jalan Mojopahit No. 666B, Sidoarjo, dengan melibatkan 10 pelaku UMKM binaan.

Sejumlah persoalan yang lazim dihadapi pelaku usaha mikro menjadi latar kegiatan ini. Mulai dari pencatatan keuangan yang belum rapi, bercampurnya keuangan usaha dengan rumah tangga, hingga pemasaran yang belum tergarap maksimal. Persoalan semacam ini membuat pelaku usaha kesulitan membaca arus kas maupun keuntungan yang sesungguhnya. Sementara pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas penjualan pun belum optimal.

Tim pengabdian dipimpin oleh Prof  Dr Nisful Laila SE MCom bersama dua anggota, yaitu Dr Himmatul Kholidah SEI MSEI dan Lina Nugraha Rani SE MSi. Sejumlah mahasiswa dan alumni UNAIR turut ambil bagian, mendampingi peserta sejak tahap persiapan, pelatihan, hingga praktik di lapangan. Kegiatan ini juga menghadirkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, diwakili oleh Christoveny selaku Deputi Direktur beserta jajaran timnya, untuk memperdalam pemahaman peserta soal keuangan dan pembayaran digital.

Rangkaian pelatihan dikemas dalam tiga sesi yang saling melengkapi. Sesi pertama, Keuangan Syariah untuk Pengelolaan UMKM, menekankan prinsip amanah dan transparansi, pemisahan uang usaha dari uang pribadi, serta kedisiplinan mencatat keuangan. Sesi kedua, Praktik Pembukuan Sederhana UMKM, mengajak peserta mempraktikkan pencatatan kas masuk, kas keluar, saldo, hingga laba-rugi sederhana, sekaligus mengenal SIKAS Syariah (Sistem Kas Syariah) serta kalkulator Harga Pokok Produksi (HPP) dan Harga Adil untuk menetapkan harga jual yang wajar. Adapun sesi ketiga, Strategi Pemasaran Berbasis Etika Bisnis Islam, membimbing peserta menyusun promosi yang jujur dan transparan, termasuk memanfaatkan PASAR Amanah, sebuah website untuk memasarkan sekaligus menjual produk UMKM.

Kehadiran Bank Indonesia turut memberi warna tersendiri. Lewat materi “QRIS dan Masa Depan Sistem Pembayaran Digital”, Christoveny, Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur, bersama timnya mengajak peserta memahami manfaat QRIS dalam transaksi usaha sekaligus mengenali dan menghindari modus penipuan digital (scam). Materi ini melengkapi pelatihan keuangan syariah dan pemasaran, sehingga peserta memperoleh bekal yang lebih menyeluruh untuk menghadapi era digital.

Kolaborasi lintas pihak ini menegaskan bahwa penguatan UMKM perempuan membutuhkan dukungan yang menyeluruh, dari tata kelola keuangan hingga pemasaran digital. Ke depan, program serupa diharapkan terus berlanjut agar manfaatnya menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDGs 5: Gender Equality, SDGs 8: Decent Work and Economic Growth, SDGs 9: Industry, Innovation and Infrastructure, serta SDGs 12: Responsible Consumption and Production.

AKSES CEPAT