UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) tengah mempersiapkan program SMART Posyandu Papua: Kader Posyandu Berdaya melalui Peningkatan Ekonomi Keluarga Kader di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Program tersebut dirancang sebagai upaya memperkuat kapasitas kader Posyandu sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Ketua Tim SMART Posyandu Papua, Dr Muthmainnah, SKM MKes menjelaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan kader perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dari aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui penguatan ekonomi keluarga.
“Kader Posyandu tidak hanya perlu berdaya dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tetapi juga perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. Ketika kader sehat, percaya diri, dan mandiri secara ekonomi, mereka akan semakin kuat dalam mendampingi masyarakat,” ujarnya.
Berbasis Kebutuhan Kader
Program SMART Posyandu Papua diawali dengan penyusunan tahapan kegiatan, observasi lapangan, serta pengembangan Training Needs Assessment (TNA) untuk memetakan kebutuhan, potensi, dan tantangan yang dihadapi kader Posyandu di Distrik Prafi. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan bentuk pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Selama empat bulan pelaksanaan, tim akan memberikan berbagai intervensi. Mulai dari peningkatan kapasitas kader, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan produk berbasis potensi lokal, hingga pemasaran digital. Selain itu, program juga memperhatikan kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan keseimbangan peran kader dalam keluarga.
“Kami tidak ingin datang hanya untuk memberikan pelatihan sesaat. Kami ingin mendengarkan kader, belajar dari masyarakat, dan mendampingi prosesnya. Program yang baik harus tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan dapat diteruskan setelah masa penugasan tim selesai,” jelasnya.
Pendekatan partisipatif menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program. Kader Posyandu dilibatkan sejak proses identifikasi kebutuhan, penyusunan rencana usaha, hingga evaluasi sehingga program dapat berkelanjutan.
Wujudkan Kader Posyandu Berdaya
Melalui SMART Posyandu Papua, tim berharap lahir kader yang semakin sehat, terampil, percaya diri, produktif, dan mandiri. Penguatan ekonomi keluarga diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Program ini juga mendorong kader memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk serta membangun jejaring dengan puskesmas, pemerintah kampung, pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis. Dalam jangka panjang, SMART Posyandu Papua diharapkan menjadi model pemberdayaan kader yang dapat direplikasi di wilayah transmigrasi lainnya.
“Harapan kami, SMART Posyandu Papua menjadi ruang tumbuh bersama bagi kader dan masyarakat Prafi sehingga lahir kader yang semakin mandiri, sejahtera, dan mampu menggerakkan perubahan di lingkungannya,” pungkas Muthmainnah.
Program SMART Posyandu Papua turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas kader, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan kolaborasi lintas sektor.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





