Gangguan kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi di berbagai kelompok usia, dengan prevalensi seumur hidup mencapai sekitar 30%. Kondisi ini berdampak pada fungsi sosial, akademik, keluarga, dan psikologis, serta sering menimbulkan stigma yang membuat penderita enggan mencari bantuan. Di India, beban gangguan mental umum (Common Mental Disorders/CMDs) termasuk kecemasan dan depresi cukup tinggi, namun penanganannya masih terbatas pada obat-obatan yang sering kali tidak efektif dan menimbulkan frustrasi. Oleh karena itu, intervensi psikologis seperti psikoedukasi dan latihan relaksasi sederhana dianggap penting untuk mengurangi kecemasan sekaligus meningkatkan tingkat kesejahteraan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikologis dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan wellness pada pasien dengan gangguan neurotik.
Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol nonekuivalen. Sampel terdiri dari 100 pasien neurotik yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (50 orang) dan kelompok kontrol (50 orang), dipilih melalui purposive sampling dari tiga rumah sakit jiwa di Chhattisgarh, India. Kriteria inklusi meliputi usia 鈮20 tahun, tidak memiliki gangguan fisik berat, serta diagnosis gangguan kecemasan/neurotik oleh psikiater. Instrumen yang digunakan antara lain Sinha鈥檚 Comprehensive Anxiety Test (SCAT) untuk mengukur kecemasan, Freeman Wellness Assessment Tool untuk menilai kesejahteraan, serta pemeriksaan fisiologis sederhana (denyut nadi dan respirasi). Intervensi psikologis diberikan dalam dua sesi selama dua hari pada kelompok eksperimen, berupa psikoedukasi tentang kecemasan dan teknik relaksasi sederhana, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima perawatan rutin berupa obat anti-kecemasan dan nasihat umum. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, serta tindak lanjut pada bulan ke-3 dan ke-6. Analisis data menggunakan uji t independen, Chi-square, dan ANOVA berulang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam tingkat kecemasan maupun kesejahteraan. Namun setelah intervensi, terdapat perbedaan signifikan: pada post-test pertama nilai t=2,04 (p=0,04), pada bulan ke-3 t=6,32 (p=0,001), dan pada bulan ke-6 t=11,03 (p=0,001). Kelompok eksperimen mengalami penurunan kecemasan sebesar 20,3% dan peningkatan skor kesejahteraan sebesar 23%, sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan penurunan kecemasan 1,4% dan peningkatan kesejahteraan 2,4%. Korelasi negatif antara kecemasan dan kesejahteraan juga ditemukan lebih kuat pada kelompok eksperimen (r=-0,66) dibandingkan kontrol (r=-0,30). Temuan ini menegaskan bahwa paket intervensi psikologis efektif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan pasien dengan gangguan kecemasan, serta menunjukkan peran penting perawat dalam memberikan psikoedukasi, relaksasi, dan dukungan psikososial sebagai bagian dari perawatan holistik.
Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul 鈥Psychological Interventions to Reduce Stress, Anxiety鈥





