Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berkontribusi besar terhadap angka kesakitan serta kematian akibat penyakit kardiovaskular. Kondisi ini sering kali diperburuk oleh faktor psikologis seperti stres, yang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis dan berdampak pada kenaikan tekanan darah. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan nonfarmakologis yang komprehensif dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan adalah terapi relaksasi, seperti progressive muscle relaxation (PMR) dan slow stroke back massage (SSBM). PMR bekerja dengan cara mengurangi ketegangan otot melalui kontraksi dan relaksasi secara bertahap, sedangkan SSBM memberikan efek menenangkan melalui stimulasi sentuhan lembut yang dapat meningkatkan relaksasi dan kenyamanan pasien. Kombinasi kedua terapi ini diyakini mampu memberikan efek sinergis dalam menurunkan tekanan darah dan stres, sehingga menjadi alternatif intervensi yang potensial dalam praktik keperawatan.
Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi PMR dan SSBM. Sampel penelitian terdiri dari pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi kombinasi PMR dan SSBM secara terstruktur dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan protokol penelitian, sementara kelompok kontrol hanya menerima perawatan standar tanpa intervensi tambahan. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah intervensi untuk menilai perubahan tekanan darah (sistolik dan diastolik) serta tingkat stres pasien menggunakan instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Proses pengumpulan data dilakukan secara sistematis untuk memastikan konsistensi, dan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik yang sesuai guna mengetahui perbedaan signifikan antara kedua kelompok serta efektivitas intervensi yang diberikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi progressive muscle relaxation dan slow stroke back massage secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, intervensi ini juga terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres pasien secara bermakna. Efek relaksasi yang dihasilkan dari kedua terapi tersebut mampu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis, meningkatkan dominasi sistem saraf parasimpatis, serta memberikan rasa nyaman dan tenang pada pasien. Dengan demikian, kondisi fisiologis dan psikologis pasien menjadi lebih stabil, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengendalian tekanan darah yang lebih baik. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi terapi nonfarmakologis berbasis relaksasi dalam manajemen hipertensi, khususnya dalam praktik keperawatan, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien serta mendukung pengelolaan penyakit secara holistik dan berkelanjutan.
Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul 鈥Effects of Progressive Muscle Relaxation and Slow Stroke Back Massage on Blood Pressure, Stress, and Sleep Quality in Older Adults: A Scoping Review鈥





