东京热

东京热 Official Website

Bangun Budaya Akademik Berintegritas, PKKMB Bekali Mahasiswa Baru Hadapi Dunia Perkuliahan聽

Direktorat Pendidikan (Ditpend) 东京热 (UNAIR) membekali mahasiswa baru melalui PKKMB AMERTA (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Memasuki bangku kuliah berarti memasuki fase baru yang menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berpikir mandiri, dan menjunjung tinggi integritas. Berangkat dari semangat tersebut, (Ditpend) 东京热 (UNAIR) membekali mahasiswa baru melalui PKKMB AMERTA dengan pemahaman mengenai budaya akademik, sistem pembelajaran, serta hak dan kewajiban mahasiswa. Pembekalan yang terselenggara pada kamis (30/07/2026) bertempat di gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C.

Direktur Pendidikan UNAIR Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes menjelaskan bahwa kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa menjadi pribadi yang lebih mandiri. Berbeda dengan masa sekolah, mahasiswa harus mampu menyusun arah pendidikan sekaligus bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri. “Anda yang memegang kendali penuh. Semuanya harus mandiri,” ujarnya.

Menurut Maftuchah, perubahan tersebut kerap memunculkan culture shock pada mahasiswa baru. Namun, ia menilai kondisi itu merupakan bagian dari proses adaptasi yang wajar selama mahasiswa memiliki tujuan yang jelas dan mampu mengenali arah yang ingin dicapai selama menempuh pendidikan.

“Harapan kami, setelah tahu ada perbedaan, kagetnya sebentar saja. Setelah itu larilah yang kencang. Kalau Anda sudah tahu jalan yang akan ditempuh, Anda tidak akan tersesat dan akan sampai pada tujuan yang sudah direncanakan,” tuturnya.

Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes saat menyampaikan materi dalam PKKMB AMERTA 2026 (Foto: Humas UNAIR)

Lebih lanjut, Maftuchah mengatakan bahwa pembekalan tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan akademik, tetapi juga menjadi fondasi dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa harapannya mampu membangun pola pikir yang adaptif sejak awal perkuliahan.

Pola belajar di perguruan tinggi, lanjutnya, berubah dari sekadar menerima materi menjadi aktif mencari, mengolah, dan menyampaikan pengetahuan. Mahasiswa harus menjadi pembelajar yang kritis sekaligus mampu mengkomunikasikan gagasannya.

“Di kampus Anda adalah penyusun materi sekaligus presenter. Pola belajar berubah dari ‘diberi’ menjadi ‘memberi’,” jelasnya.

Selain itu, Maftuchah menekankan pentingnya menghindari kebiasaan menunda pekerjaan. Manajemen waktu yang baik, menurutnya, menjadi salah satu fondasi agar mahasiswa mampu menjalani perkuliahan secara optimal sekaligus mencapai target akademik yang telah terencana.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya dan berdiskusi selama proses pembelajaran. Kemampuan berkomunikasi, sambungnya, merupakan salah satu luaran penting yang harus dimiliki lulusan sarjana maupun vokasi. Sehingga perlu mulai dilatih sejak memasuki bangku kuliah.

Pada akhir, Maftuchah mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang untuk bertumbuh, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.

“Jangan jadikan perguruan tinggi tempat yang membuat Anda tidak bahagia. Kampus adalah tempat yang membuat Anda menjadi sukses,” pungkasnya.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT