Salah satu masalah utama kesehatan masyarakat dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas di negara-negara tropis seperti Indonesia adalah demam berdarah dengue (DBD). Pengobatan antivirus masih belum tersedia dan nilai kuratif dari vaksin saat ini terbatas. Banyak senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan tanin, yang ditemukan dalam buah tropis, jambu biji, yang dimanfaatkan secara luas dalam pengobatan tradisional, telah menunjukkan kemungkinan efek antivirus, antibakteri, dan antioksidan. Fokus penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antivirus ekstrak buah Jambu Biji terhadap Virus Dengue Serotipe 1, efek sitotoksik pada sel Vero, dan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli.
Ekstrak tersebut diuji terhadap DENV-1 pada sel Vero menggunakan Uji Viral ToxGloTM, dan indeks selektivitas (SI) ditentukan dengan menggunakan IC50. Metode Uji Proliferasi Sel CellTiter96庐 Aqueous One Solution diterapkan untuk uji sitotoksisitas, sementara metode difusi cakram pada Agar Mueller-Hinton digunakan untuk menguji efek antibakteri terhadap Escherichia coli. Dengan nilai IC50 sebesar 67,74 渭g/mL, temuan menunjukkan bahwa ekstrak jambu biji secara efektif menghambat replikasi DENV-1. Tingkat sitotoksisitas ekstrak ini terhadap sel Vero menunjukkan hasil yang baik, yaitu <200 渭g/mL, yang dapat dikategorikan sebagai sitotoksisitas sedang. Selain itu, ekstrak buah Jambu Biji menunjukkan efek antibakteri terhadap Escherichia coli pada konsentrasi 100 mg/mL dengan zona hambat 4,6 hingga 5,0 mm. Berdasarkan temuan ini, ekstrak buah Jambu Biji memiliki potensi sebagai zat terapeutik alami dengan catatan keamanan yang baik terhadap efek antivirus, sitotoksisitas, dan antibakteri.
Perbedaan dalam observasi ini mungkin disebabkan oleh perbedaan metode ekstraksi, sifat bahan mentah yang digunakan, dan konsentrasi yang digunakan. Studi lebih lanjut sebaiknya dilakukan untuk mengeksplorasi kemungkinan sinergi antara ekstrak buah jambu dan antibiotik konvensional. Pencampuran ekstrak tanaman dengan antibiotik membuat pengobatan lebih efektif. Meskipun senyawa-senyawa dalam ekstrak ini bersifat antivirus dan dapat digunakan dalam terapi, karena bersifat sitotoksik pada tingkat tertentu, kita harus sangat berhati-hati dalam penerapannya.
Penulis: Hariyono Hariyono, Teguh Hari Sucipto, dkk
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Judul Jurnal: Anti-Dengue, Anti-Bacterial, and Cytotoxicity Effect of Psidium guajava Fruit Extract





