东京热

东京热 Official Website

Dari UNAIR ke Polandia, Mahasiswa FK Wujudkan Mimpi Lewat Research Exchange

Priscilla Clarita Neda BR Sirait, mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, 东京热 (UNAIR) bersama Profesor Dr hab n med Tomasz Urbanowicz (Foto: Dok. Istimewa)

UNAIR NEWS – Ketertarikan yang kuat pada dunia riset kedokteran internasional membawa Priscilla Clarita Neda BR Sirait, mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran (), 东京热 (UNAIR) sampai di Poznan University of Medical Sciences, Polandia pada Rabu (1/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026). Program pertukaran pelajar IFSMA SCORE Research Exchange membuka peluang besar bagi Priscilla dalam menekuni ilmu bedah melalui proses edukasi langsung dari para dokter setempat. 

鈥淧ada proses pendaftaran, saya melewati beberapa tahap. Termasuk seleksi administrasi, seleksi bahasa Inggris yang mencakup listening, reading, grammar, wawancara hingga menunggu pengumuman selama tiga bulan. Puji syukur, saya lolos,鈥 ucapnya. 

Selama di Cardiac Surgery dan Transplantology Department rumah sakit universitas Uniwersytecki Szpital Kliniczny w Poznaniu milik Poznan University of Medical Sciences, ia terlibat dalam pengolahan data dan penulisan manuskrip untuk riset kohort bertajuk Managing Dyslipidemia After Heart Transplant: Strategies to Enhance Graft Survival and Patient Outcomes. Tidak hanya itu, Priscilla juga berkesempatan melihat langsung prosedur operasi aortic valve replacement, mengamati alur pelayanan di unit perawatan intensif pasca bedah hingga turut andil sebagai asisten dalam bedah toraks dan kardiovaskular.

Priscilla saat mengikuti diskusi riset bersama saat mengikuti IFSMA SCORE (Foto: Dok. Istimewa)

鈥淪aya juga berkesempatan untuk melihat, membantu operasi, dan mendengarkan penjelasan oleh dokter-dokter mengenai patofisiologi, tatalaksana, dan beragam operasi bedah toraks kardiovaskular, seperti aortic valve replacement,鈥 ujarnya. 

Selain itu, Priscilla mengaku bahwa keterlibatannya dalam proyek riset dislipidemia pasca-transplantasi jantung di bawah supervisi Prof Dr hab n med Tomasz Urbanowicz menyadarkannya akan peran krusial seorang klinisi. Menurutnya, seorang klinisi hebat tidak hanya terampil pada ruang praktik, melainkan juga aktif dalam melakukan penelitian.

Sebulan merasakan atmosfer akademik di lingkungan internasional, Priscilla berharap dapat mengikuti pelatihan lanjutan atau fellowship di luar negeri. Ia berencana membangun jejaring riset lintas negara melalui wawasan berharga yang didapatkannya dari Polandia guna memfasilitasi kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia serta perkembangan akademik di UNAIR.

鈥淪aya berkomitmen untuk membawa ilmu, metodologi riset, dan pengalaman penulisan manuskrip ilmiah ini untuk dibagikan kepada rekan-rekan di UNAIR,鈥 tuturnya. 

Pengamatan langsung terhadap alur pelayanan di unit perawatan intensif pasca bedah serta prosedur operasi kompleks seperti aortic valve replacement, memberinya pijakan kuat untuk berkontribusi dalam modernisasi dan efisiensi alur pelayanan pasien penyakit jantung di Indonesia.

Pengalaman tersebut tidak sekedar memperluas keterampilan Priscilla di ranah bedah dan riset kesehatan, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

鈥淧engalaman internasional ini membuka cara pandang baru terkait proses mendewasakan diri, dan membuktikan bahwa mahasiswa UNAIR sangat sanggup untuk bersaing serta bersinar di panggung dunia,鈥 pungkasnya. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT