东京热

东京热 Official Website

Analisis Imunohistokimia Ekspresi HSP-70 dan IL-6 pada Testis Ayam Jantan yang Diberi Ekstrak Biji Cucurbita moschata dalam Kondisi Stres Panas

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Cekaman panas masih menjadi tantangan tersendiri bagi peternakan unggas terutama di wilayah yang beriklim tropis dan subtropis. Paparan suhu lingkungan yang tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kemampuan mengatur suhu tubuh (termoregulasi) sehingga memicu berbagai gangguan fisiologis seperti stres oksidatif, peradangan sistemik, dan penurunan fungsi reproduksi. Salah satu respon utama sel terhadap cekaman panas adalah dengan meningkatnya ekspresi Heat Shock Protein 70 (HSP-70) yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan serta meningkatnya ekspresi (Interleukin-6) IL-6 yang merupakan biomarker proses inflamasi.

Keberadaan Heat Shock Protein 70 (HSP-70) pada jaringan testis telah lama dikenal sebagai salah satu indikator utama respons sel terhadap cekaman panas. Peningkatan protein ini menunjukkan bahwa sel sedang mengalami kerusakan akibat stres sekaligus berupaya mempertahankan diri melalui mekanisme perlindungan alami. Sebagai molecular chaperone, HSP-70 berfungsi menjaga struktur protein agar tetap stabil, mencegah kesalahan pelipatan protein (protein misfolding), serta membantu memperbaiki protein yang mengalami kerusakan akibat paparan suhu tinggi. Oleh karena itu, meningkatnya ekspresi HSP-70 sering digunakan sebagai penanda terjadinya stres seluler. Pada unggas jantan, testis merupakan organ reproduksi yang sangat peka terhadap perubahan suhu dengan dampak menghambat proses pembentukan spermatozoa. Selain HSP-70, penelitian ini juga mengevaluasi IL-6 yaitu sitokin proinflamasi yang berperan penting dalam proses peradangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan antioksidan alami semakin banyak diteliti sebagai salah satu strategi untuk mengurangi dampak buruk cekaman panas pada unggas. Salah satu sumber antioksidan alami yang mudah didapatkan di sekitar adalah biji labu kuning (Cucurbita moschata). Biji labu kuning diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti tokoferol, flavonoid, serta asam lemak tak jenuh ganda. Pemberian ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata) mampu menurunkan ekspresi HSP-70 secara bertahap sesuai dengan peningkatan dosis. Penurunan mulai terlihat pada dosis 1.600 mg/kg bobot badan, kemudian semakin nyata pada dosis 3.200 mg/kg dan 6.400 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak biji labu kuning berpotensi melindungi jaringan testis dari kerusakan akibat stres oksidatif yang dipicu oleh cekaman panas.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ekspresi IL-6 meningkat secara nyata pada kelompok ayam yang hanya mengalami cekaman panas. Peningkatan ini menunjukkan bahwa paparan suhu tinggi tidak hanya memicu stres oksidatif, tetapi juga mengaktifkan respons inflamasi pada jaringan testis. Pemberian ekstrak biji labu kuning secara signifikan menurunkan ekspresi IL-6, terutama pada kelompok yang menerima dosis 3.200 mg/kg dan 6.400 mg/kg bobot badan. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata) memiliki aktivitas antiinflamasi yang cukup kuat. Efek tersebut diduga berasal dari berbagai senyawa bioaktif, seperti tokoferol dan flavonoid, yang diketahui mampu menghambat jalur pensinyalan inflamasi. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa ekstrak biji labu kuning berpotensi membantu mengembalikan keseimbangan fisiologis jaringan testis melalui berbagai mekanisme, seperti meningkatkan sistem antioksidan, menstabilkan membran sel, serta menekan ekspresi gen-gen proinflamasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini membuka peluang pemanfaatan ekstrak biji labu kuning (Cucurbita moschata) sebagai bahan aditif pakan berbasis fitogenik untuk membantu menjaga kesehatan reproduksi unggas di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim. Meskipun demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menjelaskan mekanisme molekuler yang mendasari efek tersebut serta mengevaluasi manfaatnya dalam penggunaan jangka panjang pada sistem reproduksi unggas.

Author: S.E. Rochmi*, M.S. Sofyan, A.B. Achmad, H. Pertiwi, G. Residiwati, I.S. Ihsan, H.S.A. Tuska, dan S. Supriyadi

NIP: 199110152015043201

No.Telp: 081252848440

Judul: Immunohistochemical analysis of HSP-70 and IL-6 expression in rooster testes treated with Cucurbita moschata seed extract under heat stress condition

Link:

AKSES CEPAT