东京热

东京热 Official Website

Wujudkan Lingkungan Inklusif, Liang Berhasil Tuntaskan Studi di Teknik Elektro UNAIR

Agam Charles Tanaya atau Liang saat diwisuda pada periode 262 UNAIR. (Foto; Humas UNAIR)
Agam Charles Tanaya atau Liang saat diwisuda pada periode 262 UNAIR. (Foto; Humas UNAIR)

UNAIR NEWS 鈥 Tepuk tangan meriah mengiringi langkah Agam Charles Tanaya atau Liang menuju panggung wisuda 东京热 (UNAIR) periode ke-262 pada Sabtu (20/6/2026). Sebagai lulusan Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (), Liang menorehkan kisah inspiratif tentang semangat, ketekunan, dan kesempatan yang setara dalam menempuh pendidikan tinggi. Sebagai seorang anak berkebutuhan khusus, kehadirannya di antara para wisudawan menjadi simbol nyata komitmen UNAIR dalam mewujudkan kampus yang inklusif bagi semua.

Menurut wali Liang, Rina, ketertarikan Liang terhadap elektronika muncul dari kebiasaannya mengamati berbagai perangkat elektronik dan mempelajari cara kerjanya melalui berbagai sumber, termasuk video edukasi di internet. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat Liang gemar merancang, membongkar, hingga merakit berbagai perangkat elektronik secara mandiri.

鈥淪ejak lama Liang memang sangat menyukai matematika, sains, dan elektronika. Ia senang melihat bagaimana suatu perangkat bekerja, kemudian mencoba memahami prinsip kerjanya dan mengembangkannya sendiri. Rasa ingin tahunya sangat besar, terutama terhadap berbagai peralatan elektronik yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari,鈥 ujar Rina.

Kemampuan tersebut tercermin dari berbagai proyek yang pernah ia kerjakan. Di tengah kesibukan kuliah, Liang gemar merancang dan merakit perangkat elektronika, mulai dari master control room (MCR) studio televisi hingga perangkat audio mixer yang berfungsi mengolah berbagai sumber sinyal audio sebelum proses perekaman maupun penyiaran.

鈥淪aya suka sekali mendengarkan Radio Suara Surabaya sejak kecil. Informasi dan edukasi yang saya dengarkan di sana menginspirasi saya untuk mendalami dunia elektronika hingga akhirnya senang merakit dan memodifikasi audio mixer, baik di rumah maupun saat kuliah,鈥 jelas Liang.

Lingkungan Inklusif UNAIR

Rina menuturkan bahwa salah satu alasan utama memilih UNAIR adalah komitmen kampus dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif. Sejak proses seleksi mahasiswa baru, ia telah melihat bagaimana UNAIR memberikan perhatian dan dukungan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus. 

鈥淪ejak awal kami merasa UNAIR menerima Liang dengan sangat baik. Kami melihat fasilitas yang tersedia dan dosen yang memahami kebutuhan mahasiswa berkebutuhan khusus,鈥 ungkapnya.

Meski demikian, Liang juga menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan, terutama dalam beradaptasi dan membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut sempat membuatnya kesulitan saat mengikuti diskusi maupun tugas kelompok. Namun, seiring waktu, dukungan dari teman-teman, dosen, dan pimpinan fakultas membantunya merasa lebih nyaman dalam menjalani kehidupan kampus.

Rina mengapresiasi komitmen UNAIR dalam mendukung mahasiswa berkebutuhan khusus. Menurutnya, pimpinan fakultas memberikan arahan kepada dosen agar memahami kebutuhan Liang selama proses pembelajaran. 

Selain itu, dosen juga menerapkan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan belajarnya. Rina menilai perhatian dan dukungan tersebut menunjukkan komitmen yang belum tentu hadir di setiap perguruan tinggi.

鈥淎lhamdulillah, Liang memiliki teman, dosen, pimpinan, dan lingkungan kampus yang menerima serta mendukungnya. Kami bersyukur karena UNAIR tidak hanya memberikan kesempatan belajar semata, tetapi juga ruang bagi Liang untuk berkembang dan menunjukkan potensinya,鈥 pungkas Rina.

Penulis: Maia Chaerunnisa

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT