UNAIR NEWS 鈥 东京热 (UNAIR) menjadi pilihan bagi banyak mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan tinggi, termasuk Muaadh Omar Mohammed Hadi, lulusan Program Studi Teknik Biomedis, ) asal Yaman. Melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Muaadh saat ini lulus pendidikan sarjana (S1) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,63.
Muaadh mengungkapkan bahwa reputasi UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia menjadi alasan utama dirinya memilih kampus tersebut. Selain kualitas akademik, fasilitas yang tersedia juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tempat studi.
鈥淪aya pilih UNAIR karena UNAIR merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan dosen dan fasilitas yang sangat baik,鈥 ujarnya.
Selama menjalani perkuliahan, Muaadh merasakan lingkungan belajar yang mendukung. Menurutnya, teman-teman dan dosen di UNAIR banyak membantu proses adaptasinya, terutama dalam memahami bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang menjadi bahasa ketiga baginya.
Beradaptasi dengan Budaya Baru
Saat pertama kali datang ke Indonesia, Muaadh sempat merasa khawatir akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Ia membayangkan akan menghadapi culture shock karena perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan masyarakat.
Namun, pengalaman yang ia rasakan justru sebaliknya. Keramahan masyarakat Indonesia membuatnya merasa diterima dan nyaman menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional di Surabaya.
鈥淪etelah saya datang ke sini, banyak orang yang tersenyum dan menyambut dengan baik. Itu membuat saya merasa diterima dan menjadi bagian dari lingkungan di sini,鈥 tuturnya.
Bagi Muaadh, setiap momen selama berada di Indonesia memberikan pengalaman baru yang berharga. Perbedaan budaya, lingkungan, dan karakter masyarakat menjadi pelajaran yang memperkaya perspektifnya sebagai mahasiswa internasional.
Berkomitmen Mengabdi untuk Yaman
Sebagai penerima Beasiswa KNB, Muaadh memperoleh berbagai dukungan, mulai dari biaya hidup, bantuan buku dan penelitian, hingga tiket perjalanan dari negara asal menuju Indonesia. Ia mendapatkan beasiswa tersebut melalui proses seleksi yang melibatkan rekomendasi kedutaan, wawancara, dan ujian.
Setelah menyelesaikan studinya di UNAIR, Muaadh berencana kembali ke Yaman untuk berkontribusi dalam sektor kesehatan. Sebagai lulusan teknik biomedis, ia ingin menerapkan ilmu yang diperolehnya untuk membantu pengembangan layanan kesehatan di negaranya.
鈥淪aya ingin kembali ke Yaman untuk bekerja dan membantu negeri saya berkembang. Saya juga ingin membawa pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan di Indonesia untuk membantu masyarakat di sana,鈥 ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah mulai mengajukan diri ke beberapa organisasi yang bergerak di bidang kesehatan. Melalui langkah tersebut, Muaadh berharap dapat berkontribusi dalam peningkatan pelayanan rumah sakit dan kesejahteraan pasien di masa mendatang.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





