UNAIR NEWS – Menjadi seorang pencari kerja (job seeker) mungkin jalan umum yang paling banyak menjadi pilihan bagi lulusan perguruan tinggi. Akan tetapi, berani membangun bisnis sendiri adalah kunci meraih kesuksesan finansial sesungguhnya. Semangat pendobrak inilah yang menggaung kuat dalam perhelatan Awarding Airlangga Youth Entrepreneur (AYE) 2026.
Bertempat di Ruang Majapahit Lantai 5, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) pada Sabtu (15/8/2026), acara puncak ini menjadi panggung apresiasi bagi 101 tim bisnis mahasiswa yang berhasil lolos setelah melalui rangkaian seleksi dan pembinaan kewirausahaan yang panjang.
Mindset Pengusaha dan Keberanian Membaca Pasar
Direktur UNAIR, Dr Eko Supeno Drs MSi menegaskan bahwa menjadi pengusaha adalah jalan utama untuk melampaui standar kesuksesan finansial pada umumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan posisi mapan di perusahaan BUMN sekalipun.
“Satu-satunya jalan untuk mengalahkan gaji seorang direktur atau pegawai yang sudah mapan di BUMN adalah dengan menjadi seorang pengusaha yang sukses sejak muda,” tegas Dr Eko di hadapan para peserta.

Ia menyoroti bahwa pengusaha yang tangguh harus memiliki mental baja. Ketika mereka menghadapi tantangan atau jatuh, mereka sudah memiliki intuisi dan strategi untuk segera bangkit kembali.
“Pengusaha itu adalah orang yang bisa mempertemukan antara produsen dan konsumen. Anda tidak harus menjadi produsen sendiri,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa dalam dunia bisnis, tidak ada batasan modal asalkan seseorang pandai membaca pergerakan pasar dan memanfaatkan peluang di sekitarnya.
Skema Pendanaan dan Ragam Inovasi Mahasiswa
Sebagai puncak dari rangkaian program pembinaan AYE, UNAIR memberikan suntikan dana bantuan modal usaha yang terbagi ke dalam tiga skema penganugerahan. Posisi juara pertama berhasil diraih oleh bisnis KAIZENSUB SHOES & CARE di bidang jasa dan persewaan. Mereka mendapatkan dana bantuan sebesar lima belas juta rupiah.
Sementara itu, posisi juara kedua diraih oleh Cireng Isi Dapoer_RAA di bidang makanan dan minuman (Food and Beverage) dengan pendanaan sebesar sepuluh juta rupiah. Adapun dana bantuan sebesar lima juta rupiah dialokasikan untuk sembilan puluh sembilan tim bisnis mahasiswa lainnya.
Sebanyak 101 tim penerima manfaat ini mencerminkan keberagaman lintas keilmuan yang tersebar dari berbagai fakultas di lingkungan UNAIR. Mulai dari rumpun kesehatan, sains-teknologi, sosial-humaniora, hingga hadirnya perwakilan dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Banyuwangi.
Ide bisnis yang diusung para mahasiswa dirancang khusus untuk merespons kebutuhan nyata masyarakat. Sebaran bidangnya mencakup inovasi makanan dan minuman (FnB), layanan jasa dan persewaan, hingga produk fashion dan kecantikan.
Selain itu, para peserta juga mengembangkan kerajinan tangan (craft), meracik produk inovatif di bidang kesehatan dan lifestyle, hingga mengelola bisnis pada bidang peternakan, perikanan, dan pertanian.
Sebagai penutup, Dr Eko Supeno berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan jaringan persahabatan dan koneksi bisnis sebaik-baiknya. “Jika ingin menjadi besar, Anda harus berpikir besar, dan Anda harus bertemu dengan orang-orang yang besar,” pungkasnya memberikan motivasi.
Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.
Editor: Yulia Rohmawati





