东京热

东京热 Official Website

UKM Wanala UNAIR Ajak Anak-Anak Bawean Kenali Bahaya Mikroplastik Sejak Dini

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencinta Alam Wanala 东京热 menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Lestari Bawean di SD Islam Terpadu (IT) Al Huda Bawean pada Senin (20/7/2026) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 鈥 Dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan kepekaan lingkungan sejak dini di wilayah kepulauan, Divisi Lingkungan Hidup dan Alam Bebas (PLHAB) 东京热 (UNAIR) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Lestari Bawean. Kegiatan edukatif ini terlaksana di SD Islam Terpadu (IT) Al Huda Bawean pada Senin (20/7/2026).

Karsa Lestari Bawean merupakan bagian dari pilar program pendidikan lanjutan Divisi PLHAB Wanala UNAIR. Pada kesempatan kali ini, tim fokus menarget siswa-siswi tingkat sekolah dasar untuk memberikan sosialisasi komprehensif mengenai bahaya mikroplastik dan dampaknya terhadap ekosistem pesisir serta kesehatan manusia.

Ancaman sampah plastik yang kian mengkhawatirkan menjadi latar belakang utama terselenggara kegiatan ini. 鈥淭ujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bahwa mikroplastik merupakan ancaman nyata yang sudah menjadi perhatian dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga ekonomi,鈥 ujar Ketua Operasional PLHAB UKM Wanala, Bima Ardhia Vardhan.

鈥淗arapannya, melalui sosialisasi yang kami sampaikan, siswa-siswi SD IT Al Huda Bawean bisa menjadi pelopor yang memiliki kesadaran lebih terhadap ancaman mikroplastik,鈥 imbuhnya.

Pulau Bawean memiliki kerentanan tinggi terhadap pencemaran sampah laut (marine debris). Sampah plastik yang terbuang ke perairan tidak akan hilang begitu saja. Melainkan terfragmentasi menjadi partikel-partikel mikroskopis yang dikenal sebagai mikroplastik.

Pengaruh pencemaran terhadap rantai makanan dan kesehatan ekosistem laut juga menjadi urgensi dari terselenggaranya pengabdian masyarakat ini. Pasalnya, mikroplastik yang ada di lautan mudah tertelan oleh biota laut dan ikan. Ketika ikan tersebut yang masyarakat Bawean konsumsi, racun dan partikel plastik berpindah ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Keterbatasan infrastruktur pengolahan juga menjadi kendala yang memantik Wanala UNAIR hadir untuk masyarakat Bawean. Pulau-pulau kecil seringkali menghadapi kendala dalam pengelolaan dan pendaurulangan sampah. Oleh karena itu, langkah paling efektif adalah pencegahan dari hulu melalui edukasi reduksi penggunaan plastik.

Menyasar siswa sekolah dasar sebab mereka berada pada masa keemasan (golden age) pembentukan kebiasaan. Menanamkan pemahaman akan bahaya mikroplastik pada rentang usia ini menjadi kunci strategis untuk membentuk generasi yang memiliki literasi dan kepedulian lingkungan yang kuat di masa depan.

Kegiatan pengabdian masyarakat dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan penyampaian pesan yang dimaksud kepada siswa-siswi sekolah dasar. Selain penyampaian materi mengenai pengenalan mikroplastik, peserta juga praktik langsung untuk melihat kandungan mikroplastik yang ada pada sampel air yang diambil dari perairan di daerah Sangkapura, Bawean.

Lutfia Anantara, salah satu siswa SD IT Al Huda mengutarakan antusiasmenya atas terselengagrakannya kegiatan tersebut. 鈥淜egiatannya sangat menyenangkan karena antusiasme adik-adik dari SD IT Al Huda yang sangat positif, ditambah pertanyaan yang diajukan juga kritis. Ternyata yang kami temukan juga, mereka sudah menerapkan aksi reduksi sampah plastik di lingkungan sekolah,鈥 katanya.

Melalui program Karsa Lestari Bawean, Divisi PLHAB UKM Wanala UNAIR berharap edukasi ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga mampu menginspirasi para siswa untuk membawa kebiasaan ramah lingkungan ke rumah dan lingkungan masyarakat sekitar, demi menjaga kelestarian Pulau Bawean dari ancaman pencemaran mikroplastik.

Penulis: UKM Wanala

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT