UNAIR NEWS 鈥 Keberhasilan Tim Pecel Rangers dari 东京热 (UNAIR) menyabet Juara II pada Jumat (14/8/2026) di ajang kompetisi QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 tingkat Jawa Timur. Total 120 tim yang berpartisipasi membuktikan bahwa perjuangan mereka tidak mudah dalam kompetisi ini. Deny Aditya Pratama, Fajrin Purnomo, dan Sony Wahyu Alfaryansyah mengeksekusi teknologi menggunakan pendekatan edukasi dan aksi nyata di lapangan untuk mendorong UMKM dan generasi muda untuk beradaptasi dengan era pembayaran digital.
Digitalisasi Kuliner Lokal
Ajang kompetisi ini merupakan program edukasi persembahan dari Bank Indonesia dengan menggabungkan eksplorasi kuliner lokal, pemberdayaan UMKM, dan edukasi mengenai digitalisasi pembayaran melalui QRIS. Deny bercerita bahwa peserta diajak untuk menjelajahi dan memperkenalkan kuliner lokal. Ia juga menjalankan berbagai misi yang berkaitan dengan literasi sistem pembayaran, digitalisasi UMKM, edukasi masyarakat, serta pengenalan berbagai program Bank Indonesia.

鈥淜ami melakukan sosialisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan QRIS, mengenalkan QRIS Cross Border, serta mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan sejumlah UMKM kuliner seperti Bakso Pratama, Bebek Canggih, dan Tahu Campur Pak Sadak. Selain itu, Kami juga menggunakan Bus Suroboyo dan Wira-Wiri sebagai bagian dari pengalaman perjalanan. Sekaligus bentuk dukungan terhadap penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan,鈥 jelasnya.聽
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di Pantai Dalegan, Gresik, melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Selain itu kampanye PEKA (Peduli, Kenali, Adukan) untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap keaslian Rupiah. Mereka juga mendapatkan kesempatan menjadi pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Al-Muniroh.
鈥淜ami bisa melihat secara langsung bahwa digitalisasi pembayaran bukan hanya soal teknologi. Selain itu tentang bagaimana teknologi tersebut dapat mempermudah kehidupan masyarakat dan membantu UMKM berkembang. Pada akhirnya, melalui kompetisi ini, kami belajar bahwa kuliner, budaya, teknologi, UMKM, dan peran generasi muda sebenarnya dapat berjalan bersama untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,鈥 tegasnya.
Peran Penting QRIS
Deny menegaskan bahwa di era serba digital, peran teknologi seperti QRIS menjadi sangat penting untuk menunjang kebutuhan menjadi lebih praktis. Deny dan tim menemukan bahwa QRIS sudah mulai digunakan oleh berbagai jenis pelaku usaha, termasuk UMKM kuliner. Bahkan pada usaha dengan skala yang relatif kecil, pembayaran digital sudah mulai menjadi bagian dari aktivitas transaksi mereka.
鈥淢enurut kami, tantangannya bukan hanya bagaimana UMKM memiliki QRIS, tetapi bagaimana mereka memahami manfaat dan menggunakannya secara optimal.
Karena itu, edukasi tetap penting. Digitalisasi tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologinya, tetapi masyarakat dan pelaku usaha juga perlu memahami manfaat serta cara menggunakannya. Kami melihat UMKM Jawa Timur memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang bersama ekosistem digital,鈥 imbuhnya.
Lebih lanjut, Deny berpesan bahwa di sinilah pentingnya peran anak muda untuk menjaga kuliner lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman, melestarikan budaya dengan cara yang lebih modern, hingga membawa nilai-nilai lokal yang terkandung. Ia menekankan untuk jangan hanya menjadi generasi yang menggunakan teknologi, tetapi jadilah generasi yang memanfaatkan teknologi untuk berdampak. 鈥淭radisi dan teknologi bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Keduanya justru bisa berjalan bersama.鈥
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





