¶«¾©ÈÈ

¶«¾©ÈÈ Official Website

Mahasiswa FK UNAIR Jalani Rotasi Klinis di Mesir melalui SCOPE Exchange IFMSA-Egypt

Mahasiswa Fakultas Kedokteran ¶«¾©ÈÈ, Noviandini Nur Ayu Rahmania dan Annisa Vidya Asmara, mengikuti program SCOPE Exchange IFMSA-Egypt, Juli 2026. (Foto: Narasumber)
Mahasiswa Fakultas Kedokteran ¶«¾©ÈÈ, Noviandini Nur Ayu Rahmania dan Annisa Vidya Asmara, mengikuti program SCOPE Exchange IFMSA-Egypt, Juli 2026. (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa kembali memperluas pengalaman akademik dan klinis di tingkat internasional melalui partisipasi dalam program Program pertukaran klinis tersebut berlangsung selama satu bulan pada Juli 2026 di The Memorial Souad Kafafi University Hospital, Giza, Mesir. Dalam kesempatan tersebut, Mahasiswa Fakultas Kedokteran ¶«¾©ÈÈ angkatan 2023, Noviandini Nur Ayu Rahmania dan Annisa Vidya Asmara mengikuti rotasi klinis di Departemen General Surgery sekaligus mengenal sistem pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Mesir.

Memperoleh Pengalaman Klinis di Lingkungan Rumah Sakit Internasional

Selama menjalani rotasi, Novi dan Annisa mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran klinis sebagai bagian dari pengalaman mereka di rumah sakit internasional. Kegiatan tersebut meliputi observasi pelayanan pasien, diskusi kasus bersama dokter pembimbing, serta pengamatan lebih dari 25 prosedur operasi.

Keduanya juga memperoleh kesempatan untuk masuk ke ruang operasi dan mengamati secara langsung proses tindakan medis. Pengamatan prosedur mencakup laparoscopic appendectomy, laparoscopic cholecystectomy, hernia repair, serta berbagai tindakan dari bidang ortopedi, kardiotoraks, obstetri dan ginekologi, THT, hingga urologi.

Dalam salah satu pengalaman di bidang kardiotoraks, mahasiswa juga berkesempatan mengamati secara langsung proses yang berlangsung di ruang operasi. Mereka juga mempelajari berbagai tahapan yang tim medis lakukan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan dalam praktik klinis. Selain kegiatan di rumah sakit, keduanya mengikuti pelatihan Basic Life Support (BLS) dan basic suturing untuk memperkuat keterampilan klinis dasar.

Memperluas Pengalaman Klinis dan Perspektif Internasional

Rangkaian SCOPE Exchange tidak hanya berfokus pada kegiatan klinis di rumah sakit. Novi dan Annisa juga mengikuti berbagai kegiatan orientasi, seperti welcome party dan campus tour, seminar, proyek, serta social program. Semua itu memberikan kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat dan mempelajari sejarah serta budaya setempat. Selama menjalani program selama satu bulan, keduanya turut menghadapi culture shock dan tantangan dalam menyesuaikan diri dengan kebiasaan serta waktu aktivitas di lingkungan baru. 

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, terutama dalam membangun kemampuan adaptasi dan komunikasi antarbudaya. Interaksi dengan dokter, tenaga kesehatan, serta mahasiswa dari latar belakang berbeda juga memberikan pemahaman bahwa kompetensi seorang calon dokter tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga oleh kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, serta menjunjung tinggi etika dalam menjalankan profesi. 

Melalui pengalaman tersebut, Novi dan Annisa berharap dapat membawa wawasan baru. Antara lain meningkatkan kompetensi klinis, memperluas perspektif internasional, dan menjadi bekal dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Keduanya juga mendorong mahasiswa lain untuk tidak takut mengambil kesempatan dan terlalu banyak ragu dalam mencoba pengalaman baru. Karena setiap tantangan yang ada dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri.

Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT