UNAIR NEWS 鈥 东京热 (UNAIR) kembali menjalani proses visitasi akreditasi internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Akreditasi tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan berstandar global. Program studi yang kali ini terlibat dalam 566th AUN-QA Program Assessment adalah program studi Teknologi Radiologi Pencitraan, Pengobat Tradisional, dan Fisioterapi dari .听
Sesi pembukaan visitasi akreditasi terselenggara di Aula Amerta, Lt 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C pada Rabu (26/08/2026). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni; Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development; Ketua Badan Penjaminan Mutu; jajaran direktur dan ketua unit kerja terkait, jajaran dekanat Fakultas Vokasi dan delegasi asesor dari AUN-QA yang dipimpin oleh Assoc. Prof Dr Thanapan Laiprakobsup, Executive Director of ASEAN University Network.
Tingkatkan Kualitas Akademik
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Ir Amin Alamsjah MSi PhD menyambut delegasi dan mengapresiasi dukungan yang tim asesor AUN-QA berikan dalam pelaksanaan akreditasi tersebut. 鈥淜ehadiran Anda semua tidak hanya untuk melaksanakan asesmen. Tetapi ini juga kesempatan yang langka bagi kami untuk dapat belajar, memperbaiki diri, dan terus meningkatkan kualitas dari program akademik kami,鈥 tuturnya.

Menurut Prof Amin, kualitas pendidikan telah menjadi prioritas utama yang selalu menjadi fokus perbaikan di UNAIR. UNAIR, lanjutnya, telah diakreditasi oleh berbagai institusi internasional. Seperti ASIIN, AUN-QA, ABEST-21, ASIC, FIBAA dan APHEA. 鈥淎kreditasi tiga prodi Fakultas Vokasi hari ini merupakan capaian yang penting dalam perjalanan universitas menuju kualitas pendidikan yang lebih baik dalam menyiapkan lulusan dengan kompetensi profesional yang memenuhi standar regional dan global,鈥 ucapnya.
Momentum Perkuat Rekognisi dan Dampak
Sementara itu, Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR, Prof Nurul Barizah SH LLM PhD, menyoroti pentingnya akreditasi internasional untuk mendapatkan rekognisi global. Dengan adanya akreditasi internasional ini, katanya, program-program studi yang UNAIR miliki harapannya bisa setara dengan program lainnya secara internasional.
鈥淪etelah dengan AHPGS yang berbasis di Jerman, kali ini UNAIR akan disertifikasi oleh AUN-QA karena UNAIR juga perlu memberikan impact dan kontribusi yang terbaik di ASEAN. Nantinya, hal ini akan berpengaruh positif pada rekognisi UNAIR di level ASEAN dan global,鈥 jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Nurul menuturkan bahwa persiapan akreditasi internasional ini. Sebagaimana akreditasi internasional lainnya, melibatkan berbagai unsur di lingkungan UNAIR. Fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna lulusan memiliki peran dalam menunjukkan implementasi mutu di lingkungan universitas.
鈥淪ecara prinsip, persiapan antara akreditasi nasional yang satu dan yang lainnya, kurang lebih sama. Visitasi ini merupakan rangkaian untuk memastikan bahwa yang kita sampaikan di dokumen sebelumnya sudah merepresentasikan program studi yang sebenarnya, juga untuk mengklarifikasi bahkan melengkapi apa yang sudah tertulis di dokumennya,鈥 lanjutnya.
Tunjang Visi dan Dampak Universitas
Ia menambahkan, akreditasi internasional pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pengakuan eksternal. Lebih dari itu, proses tersebut diharapkan dapat menunjang visi dan meningkatkan dampak universitas.
鈥淎kreditasi ini kan termasuk sistem penjaminan mutu eksternal. Sehingga pihak eksternal juga mengakui kualitas yang bagus dari prodi kita. Ini sangat menunjang visi dan berkaitan dengan impact global universitas. Dengan akreditasi ini, publik akan percaya dengan kualitas UNAIR dan banyak hal bisa dikembangkan bersama para stakeholder sehingga UNAIR dapat memberikan kontribusi dan dampak yang lebih,鈥 pungkasnya.
Pada hari pertama akreditasi, para asesor juga mengunjungi kantor Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) untuk meninjau dukungan yang diberikan kepada para mahasiswa dan lulusan agar terserap ke dunia kerja dengan mudah. Delegasi juga mengunjungi laboratorium pendidikan ketiga program studi di Rumah Sakit 东京热 demi memastikan mahasiswa diberi kesempatan untuk praktik di lingkungan profesional.
Penulis: Andi Pramono
Editor: Yulia Rohmawati





