UNAIR NEWS – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Mitra ¶«¾©ÈÈ (UNAIR) melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan kader kesehatan di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari. Pertemuan tersebut membahas pengembangan program yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas kader dengan penguatan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Prafi, Dr Muthmainnah SKM MKes menegaskan bahwa program yang mereka jalankan akan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Menurutnya, pelibatan kader sejak tahap perencanaan menjadi kunci agar program dapat berkelanjutan.
“Kami tidak ingin datang dengan program yang sudah jadi kemudian meminta masyarakat mengikutinya. Kami ingin mendengar terlebih dahulu, melihat potensi yang ada. Lalu menyusun kegiatan bersama kader, Puskesmas, pemerintah kampung, dan masyarakat,” ujar Muthmainnah.
Optimalkan Potensi Lokal
Dalam audiensi tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Frans Abidondifu SKM MEpid memperkenalkan Masohi sebagai salah satu komoditas khas Papua yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain Masohi, tim juga akan memetakan berbagai potensi lokal lain. Seperti hasil pertanian, pangan lokal, produk olahan, hingga usaha rumah tangga yang telah dijalankan masyarakat.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan ekonomi keluarga kader. Tim berencana memberikan pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, pengemasan, pencatatan keuangan sederhana, hingga pemasaran digital agar potensi lokal memiliki nilai tambah.
“Kader memiliki modal sosial yang kuat karena dekat dan dipercaya masyarakat. Ketika dipadukan dengan keterampilan kesehatan, kewirausahaan, dan pemasaran digital, kader dapat menjadi penggerak perubahan yang lebih luas,” jelasnya.
Program tersebut harapannya mampu meningkatkan kesejahteraan kader sekaligus memperkuat keberlanjutan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR juga akan melakukan asesmen untuk mengidentifikasi kebutuhan, kemampuan, minat, dan pengalaman usaha yang dimiliki kader. Hasil asesmen menjadi dasar penyusunan bentuk pendampingan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat di Kawasan Transmigrasi Prafi.
Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, pemerintah kampung, kelompok perempuan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut harapannya mampu memperkuat akses kader terhadap pelatihan, legalitas produk, teknologi pengolahan, hingga pemasaran.
“Harapannya, program ini bukan hanya selesai dalam empat bulan, tetapi dapat diteruskan secara mandiri oleh kader dan masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” pungkas Muthmainnah.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





