UNAIR NEWS – 东京热 (UNAIR) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional dengan mengirimkan delegasi pada ajang Asian Youth Cultural Forum (AYCF) 2026 yang terselenggara di Guiyang, Provinsi Guizhou, China. Forum tahunan ini menjadi wadah emas generasi muda dari berbagai negara di Asia untuk saling bertukar wawasan budaya, seni, dan tradisi masing-masing negara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, UNAIR mengirimkan empat orang delegasi, yakni Marsha Oktavia dan Syarief Husein sebagai perwakilan dari Duta UNAIR serta Andrean Marcelino dan Risyad Zulkarnaen sebagai perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR. Keberangkatan delegasi turut didampingi oleh dosen pendamping, yakni Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR, Ibu Usma Nur Dian Rosyidah SS MA.

Kenalkan Seni Indonesia Lewat Tari Rahwana
Rangkaian kegiatan AYCF diawali dengan kunjungan dan napak tilas di Museum Provinsi Guizhou. Memasuki malam hari, AYCF menghadirkan panggung seni untuk masing-masing negara memperkenalkan seni dan budaya negara. Delegasi Indonesia menampilkan Tarian Rahwana yang berasal dari Betawi sebagai representasi kekayaan seni pertunjukan Tanah Air. Selain itu, delegasi Indonesia juga menampilkan pertunjukan wayang.
鈥淜arakteristik tariannya memiliki kekuatan visual melalui penggunaan topeng, kostum, musik, dan gerakan yang dinamis, tetapi juga merepresentasikan kekayaan seni tradisional Betawi sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia. Tari Topeng Rahwana Betawi ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia memiliki beragam bentuk ekspresi seni. Indonesia memiliki seni yang kaya akan simbol, filosofi, dan identitas masyarakatnya,鈥 jelasnya.
Selain itu, tokoh Rahwana dalam tarian ini dipilih karena memiliki karakter yang kuat dan kompleks, yang dapat merepresentasikan nilai keberanian, kekuatan, kepemimpinan, serta ambisi. Melalui penampilan tersebut, delegasi Indonesia tidak hanya ingin menampilkan sebuah pertunjukan seni, tetapi juga memperkenalkan nilai dan makna yang terkandung di dalamnya.
鈥淢elalui penampilan ini, kami berharap dapat membuka ruang pertukaran budaya dengan peserta dari negara lain. Selain itu, menunjukkan bahwa seni tradisional dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman dan apresiasi terhadap keberagaman budaya di tingkat internasional,鈥 imbuhnya.

Antusias Negara Lain Mengenal Seni Indonesia
Memasuki hari kedua, para delegasi belajar mendalami musik dan tari tradisional China serta mempelajari ragam alat musik khas. Pada hari ketiga, para delegasi belajar mengenal seni rupa tradisional China, yakni Chinese ink painting, print making, dan paper cutting.聽
Kegiatan berlanjut dengan bazar budaya. Delegasi Indonesia turut memperkenalkan berbagai produk khas tanah air, mulai mulai dari permainan tradisional, alat musik, kain, seni pertunjukan, hingga kuliner khas Nusantara. Beberapa produk antara lain permainan tradisional dakon, bola bekel, dan yoyo. Selain itu, ada pula batik, ulos, dan tenun. Tidak lupa ragam kuliner khas seperti sambal, permen jahe, lumpia udang, keripik tempe, rengginang, cabai hijau, dan rendang.
鈥淜ami ingin Indonesia tidak hanya menampilkan satu bentuk kebudayaan, tetapi dapat memberikan gambaran mengenai Indonesia melalui berbagai aspek kehidupan. Mulai dari permainan tradisional, seni musik, kain dan kerajinan, seni pertunjukan, kuliner, hingga institusi pendidikan,鈥 tegasnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Ragil Kukuh Imanto





